40 Anak di SLB Karya Murni Ruteng Dapat Trauma Healing dari Polres Manggarai
Kegiatan yang dipimpin Wakapolres Manggarai, Kompol Mei Charles Sitepu, SH, bersama 15 konselor Polres Manggarai dan 3 konselor Polda NTB ini, untuk membantu anak-anak mengurangi rasa takut dan kecemasan pascabencana. Melalui berbagai aktivitas menyenangkan, anak-anak diajak bermain, berinteraksi dan mengekspresikan diri dalam suasana yang aman dan penuh keakraban.
Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, SIK SH MSi, menegaskan, bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi psikologis. "Terutama bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus," jelasnya.
Baca Juga:
Sementara itu, Plh. Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol. Sajimin, SIK MH, juga menyampaikan, bahwa trauma healing merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan Polri agar para penyintas dapat kembali merasa aman dan optimistis. "Senyum dan keceriaan anak-anak menjadi bagian penting dari semangat Polri untuk terus mendampingi masyarakat hingga bangkit dari masa sulit pascagempa," ujarnya.
Polres Sumba Timur Gelar Do'a Lintas Agama Pasca Gempa NTT
Polisi di Sumba Timur Ajak Anak-anak Belajar Siaga Gempa Lewat Permainan
Seluruh BTS Terdampak Gempa NTT Dipastikan Kembali Beroperasi
Korban Gempa M 7,7 di NTT Bertambah Jadi 71 Orang
Enam Orang Meninggal dalam Gempa M7 di Flores, NTT