VIRAL... Warga Keturunan Tionghoa dan Oknum TNI Lakukan Penganiayaan di Jalan Sekip, Medan
Pada saat Tim PEOJF melakukan persuasif untuk menyelesaikan tunggakan cicilan mobil kemudian seorang wanita menelpon suaminya untuk datang ke lokasi dan tim mengatakan bahwasanya mobil yang sedang mereka pakai itu tertunggak di Toyota Astra Finance. Sambil menunggu suaminya, wanita tersebut tetap tidak keluar dari dalam mobil.
Baca Juga:
Setengah jam kemudian, datang dua orang pria yang berpakaian preman dan menghampiri Tim PEOJF dari PT Beta Indah Nusantara.
Tim kembali memperlihatkan surat-suratnya kedua pria yang diduga kepada oknum TNI.
Namun, kedua oknum TNI itu menyuruh wanita yang sedang berada didalam mobil untuk pergi, tetapi tidak diberi pergi oleh Tim PEOJF.
Tak lama berselang lama kemudian, tiba 4 orang pria diduga oknum TNI bersama suami pemakai mobil warga Tionghoa itu.
Lalu, keenam pria yang diduga oknum TNI dan warga keturunan Tionghoa itu langsung melakukan penganiayaan kepada Tim PEOJF, dimana salah satu korbannya Salfardo Hutabarat ditendang, dipukul dan diseret-seret dan mau diborgol.
Unit Reskrim Polsek Medan Baru Amankan Dua Pelaku Pemerasan
Pelaku Curanmor Beraksi di Mesjid AlJihad
Reskrim Polsek Medan Baru Tangkap Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Pelataran Parkir Mesjid Al Jihad
Unit Reskrim Polsek Medan Baru Tembak Kedua Kaki Pelaku Bongkar Toko Ponsel
Tempat Hiburan Kripton Masih Beroperasi, Amru Siregar SH Minta Secepatnya Ditutup
2 Pencuri Sepeda Motor Jual ke Polisi Polsek Medan Baru, Ditangkap
Wapres RI Gibran Tinjau Huntap dan Progres Pemulihan Pascabencana di Batang Toru
Jadi Ruang Komunikasi, Warung Polri Presisi Polres Labuhanbatu memasuki Pekan ke-22
Kapolres Labuhanbatu Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H Tingkat Kabupaten
Perkuat Tekad, Austin Tumengkol Sowan ke PWI Pusat, Ini Pesan Cak Munir
Puluhan Massa AMB Unjuk Rasa di Kantor DPRD Padangsidimpuan
Tindaklanjuti Dumas Terkait Narkoba, Polsek Marbau Langsung Gerebek Rumah Kontrakan
Bupati Tapsel Dorong 47 Ha Potensi TORA di Arse Masuk Reforma Agraria, Targetkan Penataan Akses 200 KK