Nelayan Hilang di Langsa Ditemukan Meninggal Dunia
Rahman - Senin, 27 Juli 2026 14:04 WIB
Rahman
Tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Kota Langsa, Aceh, dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
bulat.co.id - LANGSA | Tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Kota Langsa, Aceh, dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Langsa, dr Muhammad Yusuf Akbar, mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Langsa dengan bantuan Basarnas, TNI-Polri dan masyarakat yang ikut melakukan penyisiran.
"Alhamdulillah berkat kerjasama masyarakat, BPBD dan Basarnas, pada hari kedua dari tenggelamnya nelayan pada hari Minggu sekitar pukul tiga sampai empat sore, hari ini sudah ditemukan berada di posisi pintu air sungai, Gampong Sungai Pauh" ungkapnya, Senin (27/7).
Operasi pencarian sendiri telah dimulai sejak Minggu sore dengan radius penyisiran mencapai 10 mil dari lokasi awal korban dilaporkan hilang. Tim menggunakan satu unit Vibber Boat untuk menyisir alur sungai yang dipenuhi hutan mangrove.
Meski demikian, operasi dilaporkan sempat terkendala cuaca buruk berupa angin kencang, ombak besar, serta hujan yang turun pada malam hari sehingga menyulitkan pencarian dan identifikasi lokasi korban.
Baca Juga:Korban diketahui berinisial MA(42), warga Gampong Lhokbanie, Kecamatan Langsa Barat. Jenazah ditemukan di kawasan Babah Alu, Sungai Pauh atau tepatnya di area pintu alur sungai, setelah operasi pencarian memasuki hari kedua.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Langsa, dr Muhammad Yusuf Akbar, mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Langsa dengan bantuan Basarnas, TNI-Polri dan masyarakat yang ikut melakukan penyisiran.
"Alhamdulillah berkat kerjasama masyarakat, BPBD dan Basarnas, pada hari kedua dari tenggelamnya nelayan pada hari Minggu sekitar pukul tiga sampai empat sore, hari ini sudah ditemukan berada di posisi pintu air sungai, Gampong Sungai Pauh" ungkapnya, Senin (27/7).
Operasi pencarian sendiri telah dimulai sejak Minggu sore dengan radius penyisiran mencapai 10 mil dari lokasi awal korban dilaporkan hilang. Tim menggunakan satu unit Vibber Boat untuk menyisir alur sungai yang dipenuhi hutan mangrove.
Meski demikian, operasi dilaporkan sempat terkendala cuaca buruk berupa angin kencang, ombak besar, serta hujan yang turun pada malam hari sehingga menyulitkan pencarian dan identifikasi lokasi korban.
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Bupati Gus Irawan Serahkan Bantuan KAT, Dorong Angkola Barat Perkuat Ketapang dan Ekonomi Masyarakat
Gus Irawan Dorong Keluarga Jadi Benteng Narkoba dan Judi Online
Panen Perdana Semangka Poktan Mustahik Binaan BAZNAS Tapsel Dukung Kebutuhan SPPG
Ini, Pesan Bupati Tapsel pada Pengajian Akbar Bulanan BKMT Masyitoh
DPC PKB Kota Tebing Tinggi Periode 2026-2031 Resmi Dilantik
BMKG: Gempa M 5,5 di Gayo Lues Dipicu Aktivitas Sesar Oreng
Komentar