Update Terbaru Kebakaran Hutan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Redaksi - Selasa, 25 Agustus 2026 15:27 WIB
Update Terbaru Kebakaran Hutan di Sejumlah Wilayah Indonesia
Istimewa
Ilustrasi
bulat.co.id - Medan | Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah daerah Indonesia hingga beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada wilayah yang terbakar, tetapi juga memicu kabut asap yang dilaporkan mencapai Sarawak, Malaysia.


Baca Juga:
Di Kalimantan, penanganan karhutla dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari operasi darat, water bombing, hingga operasi modifikasi cuaca (OMC). Pemerintah juga telah memberikan sanksi kepada sejumlah perusahaan yang dikaitkan dengan kejadian karhutla.


Kalimantan Barat


Di Kalimantan Barat, penanganan karhutla dilakukan melalui operasi udara dan darat. Sekitar 13 hektare lahan telah ditangani melalui sejumlah metode, termasuk water bombing dan operasi modifikasi cuaca.


Sementara melalui operasi darat, luas lahan yang berhasil ditangani mencapai 104,8 hektare.


Kementerian Kehutanan juga telah menjatuhkan sanksi terhadap empat perusahaan, yakni PT WEL, PT FI, PT MPK, dan PT WSP, terkait karhutla di wilayah tersebut.


Kalimantan Timur


Kondisi karhutla juga terjadi di Kalimantan Timur. Berdasarkan rekapitulasi BPBD Kaltim hingga pekan lalu, terdapat 430 kejadian dengan total luas terdampak mencapai 1.260,92 hektare.


Dari jumlah tersebut, sekitar 1.197,32 hektare merupakan lahan, 32,84 hektare kawasan hutan, dan 30,71 hektare area perkebunan.


"Yang kebakar itu seperti perkebunan, lahan warga, cuma paling banyak merupakan lahan milik perusahaan," kata Pelaksana Harian Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltim Sugeng Priyanto pada Sabtu.


Kutai Kartanegara menjadi daerah dengan luasan karhutla terbesar di antara 10 kabupaten/kota di Kaltim. Daerah lainnya yang mencatat kejadian karhutla cukup tinggi antara lain Kutai dengan 71 kejadian, Paser 105 kejadian, Samarinda 69 kejadian, dan Berau 38 kejadian.


Untuk wilayah Kaltim, Kementerian Kehutanan telah memberikan sanksi kepada PT PSR terkait karhutla.


Kalimantan Tengah dan Selatan


Di Kalimantan Tengah, terdapat 25 titik api yang terpantau. Penanganan dilakukan melalui operasi water bombing, OMC, serta pemadaman dari darat.


Hingga Minggu, operasi darat telah menangani lahan terbakar seluas 55,63 hektare. Kementerian Kehutanan juga menjatuhkan sanksi kepada PT NES di Kalimantan Tengah.


Sementara di Kalimantan Selatan, petugas menangani sekitar 13 hektare lahan terbakar melalui operasi udara. Penanganan dari darat juga dilakukan dan telah mencakup sekitar 40,9 hektare.


Jambi dan Kepulauan Riau


Di Jambi, pemantauan menunjukkan terdapat 14 titik panas. Operasi water bombing hingga 23 Agustus secara kumulatif telah menangani sekitar 226,9 hektare lahan.


Selain operasi udara, petugas masih melakukan penanganan dari darat di sejumlah lokasi dengan status padam, pemadaman, hingga pendinginan.


Sementara itu, kebakaran lahan terjadi di Jalan Trans Barelang, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Batam, Kepulauan Riau, pada Sabtu (22/8). Area yang terbakar diperkirakan mencapai 35 hektare.


BPBD Provinsi Kepulauan Riau bersama tim gabungan mengerahkan armada pemadam untuk melakukan penanganan dari darat. Berdasarkan laporan pada Minggu (23/8), api telah berhasil dipadamkan.


Di sisi lain, BMKG menyatakan kualitas udara di Pekanbaru berada dalam kategori berbahaya.


Sumatera Utara


Karhutla juga terjadi di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Titik api terdeteksi pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 18.00 WIB di kawasan Bukit Sitalmak Talmak, Desa Dolok Raja, Kecamatan Harian.


Kebakaran diperkirakan menghanguskan sekitar lima hektare lahan. BPBD bersama tim gabungan, pemerintah desa, dan masyarakat melakukan pemadaman secara darat.


Api kemudian dilaporkan berhasil dipadamkan pada Minggu.


Ratusan Hektare Terbakar di Nabire


Wilayah yang terdampak cukup luas juga berada di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Karhutla berlangsung sejak 18 Juli hingga 23 Agustus 2026 dan tersebar di tujuh distrik, yakni Teluk Kimi, Nabire Kota, Nabire Barat, Wanggar, Nabire, Makimi, dan Yaur.


Kebakaran dipengaruhi kondisi cuaca panas, angin kencang, serta banyaknya semak dan ilalang yang mengering. Berdasarkan pendataan BPBD Kabupaten Nabire, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 396,13 hektare dan berdampak terhadap empat kepala keluarga.


"Hingga Minggu, sebagian titik api masih belum dapat dipadamkan karena tidak dapat dijangkau armada pemadam kebakaran," demikian rilis resmi BNPB.


Untuk mempercepat penanganan, pemerintah daerah mengidentifikasi kebutuhan tambahan berupa operasi water bombing dan armada pemadam kebakaran. Dukungan tersebut diperlukan terutama untuk menjangkau lokasi yang sulit ditangani melalui operasi darat.

Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru