Polsek Padangsidimpuan Hutaimbaru Bersama Warga Gelar Giat GKN

Suhut Gultom - Selasa, 12 Mei 2026 17:25 WIB
Polsek Padangsidimpuan Hutaimbaru Bersama Warga Gelar Giat GKN
Kapolsek Iptu Ahmad Edi Sitompul SH bersama Tokoh Masyarakat Kelurahan Batang Ayumi Jae ketika melakukan giat GKN
bulat.co.id, PADANGSIDIMPUAN - Masyarakat Kelurahan Batang Ayumi Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan meminta, agar Polsek Padangsidimpuan Hutaimbaru lebih sering melaksanakan giat Gerebek Kampung Narkoba (GKN), di Kelurahan tersebut.

Hal itu senada dikatakan Tokoh agama, H Mukmin Harahap, Tokoh Adat, H Ali Muda Pohan, Lurah Batang Ayumi Jae, Nora Juanna Siregar, dan Ketua Pemuda Setempat, Rahmat Rizki Harahap usai pelaksanaan penggerebekan dan penyisiran lokasi, yang digunakan pemakai narkoba di Kelurahan tersebut, Senin (11/5/2026) sore.

Advertisement

"Walapun belum berhasil menangkap pemakai narkoba, namun penggerebekan ini sudah sangat berarti bagi para orangtua di Kelurahan ini, yang selalu dibuat resah, karena barang haram tersebut," ujar H Mukmin Harahap.

Baca Juga:

Lurah Batang Ayumi Jae Nora Juana Siregar juga berharap, giat GKN yang dilaksanakan dapat membersihkan Kelurahan tersebut, dari barang haram narkoba yang sudah sangat meresahkan.

Kapolsek Padangsidimpuan Hutaimbaru, Iptu Ahmad Edi Sitompul SH mengatakan bahwa, giat tersebut dilaksanakan atas perintah Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Dr Wira Prayatna SIK SH MH, berdasarkan laporan warga yang menyebut adanya penyalahgunaan narkoba di wilayahnya.

"Dari hasil giat tersebut, di lokasi kita menemukan barang berupa, sejumlah bong alat hisap untuk memakai sabu, yang menandakan lokasi tersebut telah digunakaan untuk penyalahgunaan narkoba

Dan, kita bersama warga membongkar gubuk yang biasa digunakan untuk memakai narkoba, sehingga lokasi yang berada dipinggir sungai, dan kebun warga tersebut tidak nyaman lagi digunakan sebagai tempat mangkal para pemakai," ucapnya.

Sementara, informasi yang dihimpun dari warga setempat menyebutkan, kemungkinan giat tersebut telah diketahui. Hal itu disebabkan mobil patroli yang digunakan pihak Petugas, tidak bisa langsung turun ke lokasi, dan terpaksa berhenti di persimpangan, kemudian berlari menuju lokasi sehingga jeda waktu tersebut dapat digunakan para pemakai untuk melarikan diri dari tangkapan Petugas dan masyarakat.

Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru