Wabup Tapsel Ajak 674 Mahasiswa Baru IMM Jadi Penggerak Pemulihan Pascabencana
Ajakan tersebut disampaikan Jafar saat menjadi narasumber pada Stadium General MASTA Kolosal IMM UM Tapsel Tahun 2026 yang digelar di UM Tapsel, Jalan Sutan Muhammad Arif No.32, Padangsidimpuan, Rabu (7/10/2026).
Mewakili Bupati Tapsel H Gus Irawan Pasaribu yang berhalangan hadir, Jafar menyampaikan salam dan permohonan maaf Bupati kepada seluruh mahasiswa baru, pimpinan UM Tapsel, pengurus IMM, serta para peserta kegiatan.
Baca Juga:
Ia menegaskan, kehadiran mahasiswa baru UM Tapsel merupakan harapan baru bagi Tapsel, khususnya dalam menghadapi tantangan besar pemulihan akibat bencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu pada 25 November 2025.
"Belajarlah dengan sungguh-sungguh, karena Tapsel membutuhkan kalian, apalagi pascabencana 25 November 2025. Mari kita bangun kembali Tapanuli Selatan, Bumi Dalihan Natolu," ucapnya.
Menurutnya, bencana tersebut memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Dari 15 kecamatan di Tapsel, sebanyak 14 kecamatan terdampak. Bencana juga mengakibatkan korban jiwa, pengungsian, kerusakan permukiman serta lahan pertanian masyarakat.
Dampak bencana turut dirasakan terhadap perekonomian daerah. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menjaga aktivitas ekonomi sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak.
Dimana, upaya pemulihan terus dilakukan pemerintah daerah. Sejumlah Hunian Tetap (Huntap) dan Hunian Sementara (Huntara) telah dibangun bagi masyarakat terdampak, termasuk kawasan huntap di Desa Hapesong Baru serta huntara di Napa, Batang Toru dan sejumlah lokasi lainnya. Dan, dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa sebagai calon intelektual dan pemimpin masa depan.
"Ini menuntut kehadiran kalian. Ayo kita bangun kembali Tapanuli Selatan. Pemerintah membutuhkan sinergi dari adik-adik mahasiswa sebagai calon intelektual muda," tegasnya.
Disampaikannya, bahwa keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga keberanian untuk mengambil peran, menyampaikan gagasan dan menghadapi berbagai tantangan.
"Banyak orang berhasil bukan karena pintar, tetapi karena berani. IMM akan melatih kalian menjadi orang yang berani. Tetapi berani bukan berarti nekat," terangnya.
Ia juga mendorong mahasiswa membiasakan diri membaca. Ia mencontohkan kebiasaannya ketika menempuh pendidikan di Cleveland State University, Amerika Serikat, dengan membaca puluhan halaman buku setiap malam. Diingatkannya mahasiswa agar memiliki motivasi yang jelas, dalam menempuh pendidikan. Menurutnya, motivasi akan menentukan cara seseorang mencapai cita-citanya.
Sementara Rektor UM Tapsel Darliana Sormin mengatakan, MASTA Kolosal IMM merupakan kegiatan yang berbeda dengan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang sebelumnya telah diikuti mahasiswa.
Menurutnya, MASTA menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh kehidupan organisasi, kepemimpinan, karakter serta nilai-nilai kemahasiswaan di lingkungan Muhammadiyah.
"MASTA ini bukan mengulangi kegiatan PKKMB. Ini merupakan kegiatan baru yang memberikan ilmu dan pengalaman dari senior-senior kalian di IMM," ujarnya.
Darliana berharap IMM mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Ia juga meminta kaderisasi IMM dilakukan secara edukatif, terbuka dan mencerahkan dengan pendekatan yang ramah, rasional dan bermartabat.
"Gunakan kesempatan berproses di IMM. Di sini kalian akan melatih keberanian, menyampaikan gagasan dan dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan," ujarnya.
Ketua DPP IMM Bidang Hikmah, Politik dan Kebijakan Publik, Ari Aprian Harahap, dalam laporan dan pengantarnya pada Stadium General, mengingatkan mahasiswa baru bahwa kesempatan mengenyam pendidikan tinggi merupakan sebuah keistimewaan sekaligus tanggung jawab. Dan, membangun budaya membaca sebagai bagian dari pembentukan daya pikir kritis.
Menurut Ari, mahasiswa tidak cukup hanya menerima ilmu dari ruang kelas. Organisasi menjadi ruang untuk mengembangkan teori yang diperoleh di bangku perkuliahan menjadi pengalaman dan praktik nyata. Kiranya kader IMM membangun tradisi diskusi, membaca dan bertukar gagasan.
"Ketika kita membaca buku, kita membiarkan otak kita berpikir dan berimajinasi sesuai apa yang kita baca. Di situlah daya kritis kita sebagai mahasiswa akan tumbuh," ujarnya.
MASTA Kolosal IMM UMTS Tahun 2026 diikuti sebanyak 674 mahasiswa baru dan dilaksanakan selama dua hari dengan mengusung tema "Bersama IMM Menyalakan Peradaban Bangsa".
Hadir pada giat tersebut Ketua DPD IMM Sumut yang diwakili Kabid Organisasi DPD IMM Sumut, M Anugerah Utama; Kasat Narkoba Polres Tapsel, AKP Philip A Purba SH MH, Jajaran pimpinan dan seluruh sivitas akademika UM Tapsel, pengurus IMM, dan para mahasiswa baru peserta MASTA Kolosal IMM Tahun 2026.
Bupati Minta Tapsel Diperluas Jadi Sentra Bawang Putih, Kementan Siapkan Target 150 Ha 2027
Pemkab Tapsel Komitmen Mewujudkan Tata Kelola Pendidikan Berintegritas
450 Kg Lele Dipanen Perdana dari 6 Kolam Bundar Pokdakan Panindoan Sipirok
Korban Kebakaran di Desa Situmba Dapat Bantuan Dari Bupati Tapsel
Kapolres Bersama Bupati Tapsel Turdes dan Bagi-Bagi Sembako