Kata Komnas HAM Soal Dukungan Bobby Tembak Mati Begal
"Wali kota sebaiknya fokus memastikan kontribusi perangkat Pemerintah Kota
Medan untuk melakukan pendekatan administratif. Yakni melibatkan perangkat atas
hingga camat, lurah, RT dan RW atau kepala lingkungan (kepling) serta lintas
dinas untuk pemetaan terhadap daerah rawan begal, deteksi dini terhadap
warganya yang berpotensi jadi bagian dari kelompok begal," ungkapnya.
Sebagai contoh, lanjut Saurlin, setiap kepling dapat melakukan profiling
warganya dengan baik. Sebab, kepling memiliki akses untuk mengetahui identitas
warga secara lengkap.
Baca Juga :Dugaan Korupsi Bantuan PIP, Kepala SDN 056645: Akan Saya Kembalikan
"Saya setuju penegakan hukum yang tegas dan terukur berlaku terhadap
pelaku begal. Polisi mesti berada di garda terdepan dalam menegakkan hukum dengan
tetap memperhatikan Perkap Kapolri No 8 Tahun 2009 Tentang Implementasi Prinsip
dan Standar Hak Asasi Manusia," ungkapnya.
"Dalam hal ini, polisi tidak boleh kalah, begal mesti ditertibkan. Untuk
itu polisi perlu meningkatkan kapasitasnya dalam memastikan perlindungan warga
dari begal," tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, Bobby mendukung upaya polisi tembak mati begal.
Dukungan itu kemudian menuai kritik dari berbagai kalangan. (dhan/dtk)
Baca Juga:
12 Lokasi di Medan Terdampak Pemadaman Listrik 4 Jam Hari Ini
Komisi III DPR RI Panggil Polda Sumut dan Keluarga Korban Kasus Kematian Mantan Istri Polisi Medan
Fakta Terkini Kasus Kematian Mantan Istri Polisi Medan
Pelantikan DPW Tani Merdeka Indonesia Provsu 2026 - 2031, Bobby Nasution dan Gus Irawan Serukan Kolaborasi Wujudkan Ketapang dan Kesejahteraan Petani
TEMUPEDULI.ID Tebar Kebahagiaan untuk Anak Panti Asuhan, Ajak Generasi Muda Peduli Lewat Aksi Kemanusiaan di CGV Medan