Pelantikan DPW Tani Merdeka Indonesia Provsu 2026 - 2031, Bobby Nasution dan Gus Irawan Serukan Kolaborasi Wujudkan Ketapang dan Kesejahteraan Petani

Suhut Gultom - Kamis, 30 Juli 2026 17:45 WIB
Pelantikan DPW Tani Merdeka Indonesia Provsu 2026 - 2031, Bobby Nasution dan Gus Irawan Serukan Kolaborasi Wujudkan Ketapang dan Kesejahteraan Petani
Bupati H Gus Irawan Pasaribu ketika menyampaikan sambutannya pada Pelantikan DPW Tani Merdeka Provsu 2026 - 2031.
bulat.co.id, TAPSEL - Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H Gus Irawan Pasaribu menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provsu Periode 2026 - 2031, dengan mengusung tema "Meneguhkan Semangat Pergerakan Kaum Tani", di aula BPSDM Sumut, Medan, Selasa (28/7/2026)

Pelantikan yang dirangkai dengan penutupan Pelatihan dan Pendidikan Tani Merdeka Sumut - Aceh tersebut dihadiri Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, jajaran pengurus DPW Tani Merdeka Sumut, Kepala Daerah, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian.

Gubsu Muhammad Bobby Afif Nasution pada sambutannya mengatakan, bahwa persoalan pangan merupakan isu mendasar, yang menjadi tanggung jawab seluruh tingkatan pemerintahan.

Baca Juga:

Dimana, Presiden RI Prabowo Subianto telah menjadikan Ketahanan Pangan (Ketapang) sebagai salah satu program prioritas nasional, yang harus diimplementasikan hingga ke tingkat paling bawah, dan dipahami masyarakat.

Dan, berbagai program pemerintah di sektor pertanian mulai menunjukkan hasil positif, terutama dalam penyerapan hasil pertanian. Kiranya Tani Merdeka Indonesia untuk memperkuat kolaborasi dengan Pemprovsu, dalam menjalankan berbagai program pembangunan pertanian demi meningkatkan Ketapang.

Sementara Bupati Tapsel, H Gus Irawan Pasaribu mengucapkan selamat ke seluruh pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Sumut yang baru dilantik. Diharapkannya organisasi ini mampu memberikan manfaat nyata bagi warga, khususnya peningkatan kesejahteraan petani melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Adapun, sinergi antara Tani Merdeka Indonesia, HKTI, Pemda, dan berbagai organisasi pertanian menjadi kunci dalam memperkuat Ketapang, sekaligus mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto.

Disampaikannya dukungan terhadap Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia sekaligus Ketua Umum HKTI, Sudaryono, yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), dimana pengalaman Sudaryono di bidang pertanian menjadi modal penting dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dipaparkannya pengalaman Pemkab Tapsel dalam mengintegrasikan Program MBG dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui kolaborasi Pemda, BAZNAS, pelaku usaha, dan pengelola dapur MBG, para petani, peternak, dan pembudidaya ikan dibina, agar hasil produksinya dapat langsung diserap oleh dapur MBG.

Contohnya pembinaan kolam ikan dan pemberian zakat produktif ke kelompok mustahik, mampu meningkatkan nilai jual hasil produksi masyarakat. Selain memenuhi kebutuhan bahan baku dapur MBG dengan produk yang segar, pola tersebut juga membuka peluang peningkatan pendapatan petani dan pembudidaya ikan.

"Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat agar manfaat Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya dirasakan penerima manfaat, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat desa dan meningkatkan kesejahteraan petani," paparnya.

Dan, keberhasilan mewujudkan Ketapang nasional membutuhkan sinergi seluruh elemen, termasuk organisasi petani. Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, Tani Merdeka Indonesia diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045

Sedangkan Ketua DPW Tani Merdeka Sumut, Gusmiyadi mengapresiasi dukungan Pemprovsu terhadap pembangunan sektor pertanian. Ia juga mengusulkan Sumut menjadi pusat konsolidasi petani se-Indonesia setelah batal menjadi tuan rumah Pekan Nasional Petani Nelayan Tahun 2029

Pelantikan DPW Tani Merdeka Indonesia Sumut Periode 2026 - 2031 kiranya menjadi momentum memperkuat semangat pergerakan kaum tani, mempererat sinergi antara pemerintah dan organisasi petani, serta mempercepat terwujudnya Ketapang dan kesejahteraan petani di Sumut.

Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru