Dari Karyawan 17 Tahun Jadi Juragan: Kisah Juliana Sari Bawa UMKM Rumahan Incar Waralaba Nasional 2027

Ahmad Idris Rambe - Sabtu, 10 Oktober 2026 13:43 WIB
Dari Karyawan 17 Tahun Jadi Juragan: Kisah Juliana Sari Bawa UMKM Rumahan Incar Waralaba Nasional 2027
Istimewa
Juliana Sari owner Dapur Moms Jules saat diwawancarai di hotel Emerald Garden, Medan.
bulat.co.id - Medan |Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merujuk pada jenis usaha produktif yang dijalankan oleh perorangan, rumah tangga, atau badan usaha kecil. Di Indonesia, UMKM merupakan pilar dan fondasi terpenting dalam perekonomian nasional. Pernyataan tersebut bersumber dari tulisan atau pandangan Rudjito (Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia/BRI periode 2000–2005) yang dipublikasikan dalam artikel atau kajiannya pada tahun 2003 mengenai peran lembaga keuangan mikro dan UMKM.


Rujito mengatakan UMKM adalah usaha yang mempunyai peran penting dalam perekonomian Indonesia, baik dilihat dari jumlah unit usahanya yang besar maupun dari segi kemampuan menciptakan lapangan kerja, dari pilar inilah, kisah inspiratif lahir di Sumatera Utara.

Baca Juga:


Seorang ibu rumah tangga bernama Juliana Sari berhasil membuktikan bahwa bisnis rumahan mampu menembus pasar modern jika dikelola dengan strategi yang matang. Hal ini di sampaikan secara langsung pada saat konferensi pers di Hotel Emerald Grand Medan, Kamis (8/10/26).


Berbekal latar belakang 17 tahun pengalaman di dunia marketing, Juliana tidak memulai usahanya dengan cara coba-coba, ia membuktikan bahwa langkah awal terkecil sekalipun bisa menjadi lompatan besar. Kini, melalui brand miliknya, Dapur Mom Jules mengusung konsep kuliner family gathering yang tidak hanya menjual rasa, tetapi juga menjual kebersamaan.


Keseriusan Juliana dalam mengembangkan bisnis terlihat dari langkah ekspansinya saat ini. Dapur Mom Jules kini tengah bersiap memperluas jangkauan pasarnya dengan menjajaki kerja sama strategis bersama Metro Department Store, salah satu ritel modern terbesar di Indonesia. Langkah ini bukan sekadar untuk meningkatkan omset, melainkan didorong oleh visi besar untuk mengamankan profit berkelanjutan demi pengembangan bisnis jangka panjang.


Puncaknya, Juliana menargetkan peluncuran sistem waralaba kuliner pada tahun 2027 mendatang. Target ambisius ini ia siapkan agar resep dan konsep bisnisnya bisa dinikmati dan dijalankan oleh mitra di seluruh Indonesia.


"Sebagai pelaku UMKM, kita harus berani berpikir layaknya pembisnis. Jangan takut memulai dari rumah. Kuncinya adalah jeli melihat potensi lokal dan konsisten melakukan pengembangan produk," ujar Juliana Sari saat ditemui usai konferensi pers di Medan.


Ditanya mengenai bagaimana awal mula usaha kuliner dan herbalnya berdiri dan dari mana modal pertamanya, Juliana menceritakan perjalanan yang tidak instan.


"2019 saya resign, kemudian saya mengambil sertifikasi. Setelah itu saya punya produk, dari produk saya pertama itulah saya kembangkan, dan modal pertama saya dari 17 tahun saya bekerja," jawabnya tegas.


Pernyataan tersebut menegaskan bahwa modal usahanya bukan dari pinjaman, melainkan dari hasil kerja kerasnya selama 17 tahun sebagai karyawan profesional. Pengalaman itulah yang menjadi modal paling berharga, melebihi modal finansial.


Pertanyaan yang lebih mendalam kemudian dilontarkan awak media, terkait bagaimana ia mengatasi emosi ketika banyaknya tantangan dalam merintis usaha, mulai dari komplain pelanggan hingga tekanan operasional. Menjawab hal itu, Juliana mengaitkannya dengan pengalamannya memimpin ratusan orang.


"Jadi begini, saya kan tadi 17 tahun karyawan, saya dulu kurang lebih punya 600 orang karyawan, kemudian ditambah lagi dengan hal-hal yang terjadi seperti komplain customer dan lain sebagainya, itu yang mengajarkan saya untuk mengontrol emosi," ungkapnya.


Menurutnya, kemampuan mengontrol emosi adalah skill wajib yang ia dapatkan dari dunia marketing. Menghadapi 600 karyawan dan ribuan komplain pelanggan selama belasan tahun telah menempa mentalnya untuk tetap tenang dalam tekanan bisnis.


Kini, Dapur Mom Jules tidak hanya dikenal sebagai bisnis kuliner, tetapi juga merambah ke produk herbal kesehatan yang menggunakan bahan baku lokal dari petani Labuhanbatu. Kombinasi antara strategi marketing modern dan kearifan lokal inilah yang membuat bisnisnya terus tumbuh.


Kisah Juliana Sari menjadi bukti nyata bahwa UMKM bukan lagi usaha kecil yang sekadar untuk bertahan hidup, tetapi bisa menjadi kekuatan ekonomi yang diperhitungkan, bahkan siap bersaing di panggung ritel modern dan sistem waralaba nasional.

Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru