Penjualan Televisi dan Perangkat Pendukungnya Meningkat Di Kota Langsa Saat Piala Dunia 2026

Rahman - Senin, 15 Juni 2026 22:09 WIB
Penjualan Televisi dan Perangkat Pendukungnya Meningkat Di Kota Langsa Saat Piala Dunia 2026
Rahman
Ricky Yustanto, salah seorang pengusaha elektronik di Kota Langsa
bulat.co.id| Langsa Gelaran Piala Dunia 2026 membawa dampak positif bagi sejumlah pelaku usaha elektronik. Meningkatnya antusiasme masyarakat untuk menyaksikan pertandingan sepak bola mendorong kenaikan penjualan televisi dan perangkat pendukung siaran di sejumlah toko elektronik.

Salah satu pelaku usaha yang merasakan peningkatan tersebut adalah Ricky Yustanto. Selama Piala Dunia berlangsung, penjualan di tokonya tercatat naik sekitar 10 persen dibandingkan hari biasa. Peningkatan tersebut turut mendongkrak keuntungan usaha hingga 50 persen.

Advertisement

"Kalau keuntungan memang setiap momen piala dunia otomatis naik, tetapi masih perlu kita bandingkan dengan volume penjualan, kalau penjualannya sedikit berarti keuntungan tidak naik signifikan," ujar Ricky saat diwawancarai, Senin (15/6/26).

Baca Juga:

Hingga saat ini, sekitar 20 unit perangkat telah terjual. Sebagian besar pembeli merupakan pemilik warung kopi yang ingin menyediakan tayangan Piala Dunia bagi pelanggan mereka.


Selain televisi, sejumlah perangkat pendukung siaran juga menjadi produk yang paling banyak dicari. Paket parabola lengkap dengan pemasangan dijual sekitar Rp900 ribu, set top box seharga Rp185 ribu, dan Android TV Box sekitar Rp500 ribu.

Untuk televisi, harga yang ditawarkan bervariasi sesuai ukuran layar. Televisi berukuran 32 inci dijual mulai Rp1,8 juta, sedangkan televisi 55 inci dibanderol sekitar Rp5,75 juta.

Meski penjualan menunjukkan tren positif selama berlangsungnya Piala Dunia 2026, pelaku usaha menilai gairah pasar tahun ini masih belum mampu menyamai penyelenggaraan Piala Dunia sebelumnya. Mereka menilai minat masyarakat terhadap pembelian perangkat elektronik masih lebih rendah dibandingkan edisi terdahulu.

"Kalau tahun ini mungkin karena pertandingannya di Amerika sana, jadi tayangnya gak tepat ya, jam-jam kerja di Indonesia," jelasnya.

Para pelaku usaha berharap kebijakan penyiaran ajang olahraga besar di masa mendatang dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dan merata, sehingga tidak hanya menguntungkan pemegang hak siar, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha di sektor swasta dan perdagangan elektronik.

Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru