Bunda PAUD Kabupaten Tapsel Kukuhkan 248 Bunda PAUD Desa dan Kelurahan

Suhut Gultom - Sabtu, 01 Agustus 2026 06:50 WIB
Bunda PAUD Kabupaten Tapsel Kukuhkan 248 Bunda PAUD Desa dan Kelurahan
Bunda PAUD Kabupaten Tapsel, Ny Murni Gus Irawan Pasaribu ketika mengukuhkan 248 Bunda PAUD Desa dan Kelurahan.
bulat.co.id, TAPSEL - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Ny Murni Gus Irawan Pasaribu mengukuhkan 248 Bunda PAUD Desa dan Kelurahan se-Kabupaten Tapsel, dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Tapsel, di Aula Sarasi Lantai III Kompleks Perkantoran Bupati Tapsel, Sipirok, Kamis (30/7/2026)

Giat tersebut selain dihadiri Bupati Tapsel, H Gus Irawan Pasaribu selaku Ketua Pembina Pokja Bunda PAUD Kabupaten Tapsel, juga para Asisten, Pimpinan OPD, Ketua HIMPAUDI, Ketua PKG Kecamatan, Bunda PAUD Kecamatan, serta ratusan Bunda PAUD Desa dan Kelurahan. Yang bertujuan memperkuat peran Bunda PAUD sebagai penggerak layanan PAUD yang berkualitas hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

H Gus Irawan pada pesannya menyampaikan bahwa, anak usia 0 - 6 tahun merupakan masa emas (golden age) yang sangat menentukan pembentukan karakter, kecerdasan, kesehatan, dan kepribadian anak di masa depan. Dengan itu, para Bunda PAUD diharapkan tidak hanya menjalankan tugas secara administratif, tetapi juga menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di wilayah masing-masing.

Baca Juga:

"Saya ucapkan selamat ke seluruh Bunda PAUD yang hari ini dikukuhkan. Amanah ini memiliki konsekuensi. Setelah kembali ke desa dan ke kelurahan masing-masing, susunlah program untuk memajukan PAUD. Bagi desa yang belum memiliki PAUD, mari kita wujudkan secara bertahap hingga target satu desa satu PAUD dapat tercapai," ujarnya

H Gus Irawan menjelaskan, Kabupaten Tapsel memiliki 212 desa dan 36 kelurahan. Seluruh wilayah tersebut kini memiliki Bunda PAUD yang diharapkan menjadi ujung tombak dalam membangun kualitas SDM sejak usia dini.

Untuk mengatasi keterbatasan sarana, Bupati meminta Dinas Pendidikan bersama pemerintah desa memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia, seperti ruang kosong di sekolah dasar, kantor desa, kantor kelurahan, maupun bangunan pemerintah lainnya agar layanan PAUD dapat segera dibuka di desa yang belum memilikinya.

Dimana, pendidikan usia dini merupakan fondasi penting bagi keberhasilan pendidikan selanjutnya. Yang mana pelaksanaan Sekolah Rakyat di Tapsel yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Saat awal program berjalan, sekitar separuh peserta didik belum mampu membaca, menulis, dan berhitung. Namun melalui pembelajaran intensif dengan sistem berasrama, kemampuan mereka kini meningkat secara signifikan.

H Gus Irawan menegaskan komitmen Pemkab Tapsel dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan kualitas tenaga pendidik. Salah satunya dengan menyeleksi 250 calon kepala sekolah, dan mengirim 125 peserta terbaik mengikuti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan selama 10 hari di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Sumatera Utara.

"Kalau kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, fondasinya harus dibangun dari pendidikan usia dini. Anak-anak inilah yang kelak akan menjadi generasi penerus yang mampu bersaing di masa depan," tegasnya.

H Gus Irawan juga mengajak para Bunda PAUD berperan aktif menjaga ketahanan keluarga dengan mengedukasi masyarakat agar menjauhi narkoba dan praktik rentenir. Menurutnya, kondisi keluarga yang harmonis sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.

"Pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga. Karena itu saya mengajak seluruh Bunda PAUD menjadi teladan di tengah masyarakat, ikut memerangi narkoba, rentenir, dan berbagai persoalan sosial yang dapat mengganggu masa depan anak-anak kita," tuturnya.

Sedangkan Bunda PAUD Kabupaten Tapsel, Ny Murni Gus Irawan Pasaribu mengatakan pengukuhan tersebut merupakan amanah besar untuk memastikan seluruh anak memperoleh hak atas pendidikan yang berkualitas sejak usia dini.

Diungkapkannya bahwa hingga kini masih terdapat 103 desa dan kelurahan yang belum memiliki layanan PAUD. Karena itu, ia mengajak seluruh Bunda PAUD membangun sinergi dengan pemerintah desa, PKK, Posyandu, Puskesmas, HIMPAUDI, tokoh masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan agar setiap anak memperoleh akses pendidikan usia dini.

Ia juga mendorong Bunda PAUD mendukung Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, mengaktifkan Pokja Bunda PAUD di setiap wilayah, serta mendokumentasikan seluruh kegiatan melalui Platform Pijar Bunda PAUD sebagai bagian dari penguatan layanan dan persiapan mengikuti Apresiasi Bunda PAUD tingkat nasional.

Ketua Panitia yang juga Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Tapsel, Ny Ira Sofyan Adil Siregar sebelumnya melaporkan, bahwa kegiatan diikuti sekitar 325 peserta yang terdiri atas 248 Bunda PAUD Desa Kelurahan, 15 Bunda PAUD Kecamatan, 20 pengurus Pokja Bunda PAUD, Tim Penggerak PKK, Ketua HIMPAUDI, Ketua PKG Kecamatan, serta unsur perangkat daerah terkait.

Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru