Usai HLM TPID dan TP2DD, Walikota Langsa Turun ke Pasar Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Tetap Stabil

Rahman - Kamis, 25 Juni 2026 20:39 WIB
Usai HLM TPID dan TP2DD, Walikota Langsa Turun ke Pasar Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Tetap Stabil
Walikota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, SE, langsung turun ke pusat Pasar Kota Langsa untuk memantau harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok, Kamis (25/6/2026).
bulat.co.id - Kota Langsa | Komitmen Pemerintah Kota Langsa dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat terus diperkuat. Usai membuka Rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2026, Walikota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, SE, langsung turun ke pusat Pasar Kota Langsa untuk memantau harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok, Kamis (25/6/2026).

Advertisement

Baca Juga:
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai langkah konkret memastikan kondisi pasar tetap terkendali serta mengantisipasi potensi gejolak harga yang dapat berdampak pada masyarakat. Walikota berdialog langsung dengan para pedagang guna memperoleh gambaran kondisi pasokan dan perkembangan harga berbagai komoditas strategis.


Menurut Jeffry, pengendalian inflasi tidak cukup hanya melalui rapat koordinasi, tetapi juga harus dibarengi dengan pemantauan langsung di lapangan agar setiap persoalan dapat segera diidentifikasi dan ditangani.


"Kita ingin memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau. Karena itu, pemerintah harus hadir dan mengetahui langsung kondisi pasar," ujarnya.


Sebelumnya, Walikota Langsa membuka Rapat High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD Kota Langsa Tahun 2026 di Aula Sekretariat Daerah Kota Langsa yang dihadiri Ketua DPRK Langsa, Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Instansi Vertikal, Pimpinan OPD, BUMN dan BUMD, Akademisi serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.


Dalam sambutannya, Jeffry menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan salah satu prioritas utama pemerintah karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat dan stabilitas perekonomian daerah.


"Inflasi yang terkendali akan menciptakan iklim usaha yang sehat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," katanya.


Ia juga mengingatkan seluruh anggota TPID untuk terus memperkuat koordinasi dan meningkatkan pemantauan terhadap ketersediaan pasokan serta perkembangan harga kebutuhan pokok. Menurutnya, kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat adanya prediksi musim panas berkepanjangan atau El Nino yang berpotensi memengaruhi hasil panen dan pasokan pangan.


Selain pengendalian inflasi, Walikota turut menekankan pentingnya percepatan dan perluasan digitalisasi daerah guna meningkatkan efisiensi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.


Dalam kesempatan yang sama, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Yan Ramerta Putra, memaparkan kondisi inflasi Provinsi Aceh hingga Mei 2026 yang masih berada di atas rata-rata nasional. Menurutnya, meskipun Kota Langsa belum menjadi salah satu kota sampel pengukuran inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS), kondisi ekonomi Kota Langsa dinilai memiliki karakteristik yang relatif mirip dengan Kota Lhokseumawe sehingga dapat dijadikan salah satu referensi dalam melihat perkembangan inflasi daerah.


Upaya pengendalian inflasi yang dilakukan Pemerintah Kota Langsa juga mendapat pengakuan di tingkat nasional. Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Langsa berhasil meraih Penghargaan Kota Terbaik I dalam Pengendalian Inflasi Tahun 2026 se-Sumatera dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri di Palembang.


Prestasi tersebut menjadi bukti nyata komitmen dan kerja sama yang solid antara Pemerintah Kota Langsa, TPID, Bank Indonesia, instansi vertikal, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan kebutuhan masyarakat.


Yan menambahkan bahwa kondisi inflasi yang masih lebih tinggi dibandingkan nasional menjadi sinyal penting bagi seluruh anggota TPID untuk terus memperkuat koordinasi dan menjalankan langkah-langkah pengendalian inflasi secara efektif, terutama dalam menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi barang kebutuhan masyarakat.


Melalui HLM TPID dan TP2DD yang dilanjutkan dengan pemantauan langsung ke pasar, Pemerintah Kota Langsa menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, sekaligus mendorong percepatan digitalisasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Keberhasilan meraih penghargaan nasional di bidang pengendalian inflasi menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Langsa untuk terus meningkatkan sinergi dan inovasi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan melalui harga kebutuhan pokok yang stabil, daya beli yang terjaga, serta pelayanan publik yang semakin modern dan efektif.

Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru