Dari Rumah hingga Ritel Modern: Juliana Sari Dorong UMKM Sumut Berani Naik Kelas

Efika Lase - Sabtu, 10 Oktober 2026 20:21 WIB
Dari Rumah hingga Ritel Modern: Juliana Sari Dorong UMKM Sumut Berani Naik Kelas
Istimewa
Juliana Sari owner pelaku UMKM merk dagang Dapur Mom Jules
bulat.co.id- Medan |Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak harus menunggu modal besar dan kondisi sempurna untuk memulai usaha, Hal itu tercermin dari perjalanan Juliana Sari pelaku UMKM asal Sumatera Utara yang memulai usaha dari rumah sejak tahun 2019.


Juliana saat ini mengembangkan tiga bidang usaha, yakni kuliner melalui Dapur Mom jules, produk herbal berbahan rempah Sumatera Utara dan business development dengan membantu serta mengkurasi produk UMKM agar dapat masuk ke ritel modern.

Baca Juga:


Perempuan yang memiliki pengalaman sekitar 17 tahun di bidang marketing dan pengelolaan ritel ini pernah menangani sekitar 600 karyawan dan menghadapi berbagai persoalan langsung di lapangan termasuk keluhan konsumen Pengalaman itu membentuk cara pandangnya dalam mengelola usaha.


"Begitu ada case, saya lebih cenderung untuk solusi yang saya cari," ujar Juliana Kamis (08/10/2026) saat konferensi pers di Hotel Emerald Garden Medan.


Saat pandemi Covid-19, Juliana menghadapi tantangan berat banyak pekerja dirumahkan dan dirinya tidak memperoleh bantuan Ia kemudian mencari strategi sendiri agar usaha tetap berjalan.


Salah satu strategi yang diterapkan adalah bundling atau family package, Konsep ini membuat nilai pembelian dalam satu transaksi menjadi lebih besar dibanding penjualan satuan.


"Strategi bundling paket saya yang membantu saya jadi saat itu saya menjual dalam bentuk family package artinya dalam satu transaksi basket buying-nya lebih besar," Jelasnya.


Konsep penjualan dari rumah tersebut masih dikembangkan hingga kini.


Juliana menyebut untuk Dapur Mom jules modal yang dikeluarkan belum mencapai Rp. 100.000.000 Baginya, kemampuan menghasilkan pendapatan dengan modal terbatas sudah menjadi pencapaian bagi usaha rumahan.


Menurut Juliana, pemerintah sudah memberikan sejumlah dukungan kepada UMKM antara lain pelatihan, mempertemukan UMKM dengan buyer, bantuan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), pengurusan sertifikasi halal gratis untuk program tertentu, Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) gratis untuk program tertentu, serta bazar yang memberikan ruang pemasaran.


Namun bantuan tersebut harus diikuti kesiapan UMKM Setelah dipertemukan dengan buyer, UMKM harus mampu memenuhi permintaan.


Ia juga menyoroti persoalan mindset, menurutnya sebagian UMKM masih berpikir sebatas berjualan kepada teman dan keluarga jika ingin naik kelas, UMKM harus memiliki jiwa entrepreneurship.


"Mindset-nya harus sudah jiwa entrepreneurship, benar-benar jangan lagi berpikir jualan eceran teman ke teman atau keluarga ke keluarga," ujarnya.


Kendala lain adalah biaya legalitas dan produksi untuk produk herbal, kebutuhan membangun rumah produksi dapat mencapai sekitar Rp.100.000.000 Bagi usaha yang masih berkembang biaya itu cukup besar dan dapat mengurangi modal usaha, untuk sertifikasi halal biaya yang diketahuinya dapat mencapai sekitar Rp.8.000.000


Ia menilai jika aspek legalitas lebih mudah dijangkau UMKM akan lebih leluasa meningkatkan produktivitas Selain itu, ia menyoroti ketepatan sasaran pelatihan agar dana pemerintah benar-benar diberikan kepada pelaku yang siap dan membutuhkan.


Untuk produk herbal, Juliana memanfaatkan rempah dari Sumatera Utara dengan bekerja sama dengan sejumlah pengumpul rempah Ia berharap ke depan tanaman herbal mulai dibudidayakan agar ketersediaan bahan baku terjaga.


"Khawatirnya nanti hutan kita bakal dilupakan dan ditebas itu kekhawatiran kita sehingga tanaman herbal nantinya akan hilang," jelasnya


Ia menjelaskan bahan herbal terlebih dahulu dibuat menjadi simplisia atau tanaman kering kemudian diproses bersama base oil dengan masa tunggu sekitar tiga bulan.


Juliana tidak ingin produknya hanya dikenal sebagai minyak urut tradisional Ia mengembangkan produk ke segmen wellness seperti massage oil, produk Salus Per Aquam (SPA), aromaterapi, dan diffuser.


UMKM Naik Kelas


Berbekal pengalaman ritel dan kerja sama dengan Metro Department Store sejak tahun lalu, Juliana menyebut kendala UMKM masuk ritel modern antara lain USP belum jelas, kemasan belum kompetitif, kapasitas produksi belum siap, dan belum memahami sistem ritel modern yang menggunakan sistem konsinyasi.


USP adalah Unique Selling Point yang artinya keunikan yang membuat produk itu berbeda dan dipilih pembelian dibanding produk lain. Sistem konsinyasi sendiri adalah sistem titip jual.


"Jadi itu juga peluang bagi UMKM, benar nggak nih bahwa produk yang selama ini dia kembangkan ternyata ini menjadi demand dari konsumen Sumut sendiri," ujarnya


Kepada anak muda ia berpesan agar tidak hanya berpikir bekerja di satu instansibmelainkan berani memulai usaha dari rumah.


"Kerjaan itu bukan harus targetnya harus kerja di satu instansi, Karena dari rumah aja dan dari cara kita belajar atau mencari sumber inspirasi itu bisa membuat kita jadi satu ide dan satu produk," pungkas nya.


"Tidak perlu sempurna untuk memulai usaha, karena dari rumah saja bisa menghasilkan income," tutup nya.

Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru