Viral Anggota TNI AL Maumere Aniaya 2 Penumpang Kapal, Kini Berujung Damai

Hadi Iswanto - Minggu, 05 November 2023 20:00 WIB
Viral Anggota TNI AL Maumere Aniaya 2 Penumpang Kapal, Kini Berujung Damai
facebook
Pasintel Lanal Maumere Mayor Laut (P) Sentot Widodo beserta Anggota Denpomal Lanal Maumere dan pihak keluarga juga para korban pemukulan berdamai seusai dilakukan mediasi
bulat.co.id -Peristiwa penganiayaan oleh anggota TNI Angkatan Laut (AL) Maumere, Sika, NTT yang menganiaya dua pria sempat viral di media sosial.

Penganiayaan itu terjadi di atas Kapal KM Dharma Rucita VII yang sedang berlayar dari Surabaya ke Maumere, Kamis (2/11/2023). Kedua korban yang bernama Taliktus Emon Mada (21) dan Gabriel Tomi Toni itu dianiaya anggota Pangkalan TNI AL (Lanal) Maumere, KLS Ari Yogi Pratama.

Advertisement

Emon dan Tomi adalah kernet truk ekspedisi yang sedang menumpang Kapal Dharma Rucita. Emon adalah kernet truk ekspedisi yang dikendarai pamannya bernama Antonius Gregorius Rasong. Tomi yang sebaya dengan Emon adalah kernet untuk truk ekspedisi lainnya di kapal tersebut. Keduanya berteman.

Baca Juga:

Kondisi lebih parah dialami Emon yang mendapat pukulan di wajah dan tulang rusuk. Emon lebam di wajah, berjalan sempoyongan hingga mengalami muntah darah. Emon awalnya dipukul di kafetaria, kemudian diseret ke ruang medis kapal. Bukannya langsung diobati, Emon malah dipukul lagi hingga muntah darah. Hidungnya juga berdarah.

"Pertama dia (darah) keluar dari hidung, pas buang ludah begitu langsung darah keluar. Mungkin karena pecah di bibirnya darah keluar dari mulut," beber Antonius. Ia berada di samping Emon saat keponakannya itu dipukul lagi oleh Yogi di ruang medis kapal.

Antonius menjelaskan penganiayaan terhadap Emon dan Tomi terjadi saat kedua pemuda itu berkelahi dengan anak buah kapal (ABK) di kafetaria. Ia tak mengetahui penyebab mereka berantem. Yogi tiba-tiba muncul dan langsung menganiaya Emon dan Tomi.

Emon dan Tomi sudah divisum dan menjalani rawat jalan di Rumah Sakit di Maumere. Kedua korban juga telah melaporkan penganiayaan itu kepada Polres Sikka.

Respons Lanal Maumere

Lanal Maumere membenarkan Yogi memukul Emon di atas kapal KM Dharma Rucitra VII. Dalam keterangan tertulis hanya nama Emon yang disebut sebagai korban pemukulan Yogi.

Pasintel Lanal Maumere Mayor Laut (P) Sentot Widodo menjelaskan pemukulan terhadap Emon terjadi saat melerai keributan Emon dan Tomi dengan Markonis Kapal bernama Anwar. Ia menyebut Emon dan Tomi memukul Anwar setelah mendapat teguran dari Markonis kapal tersebut.

Keberadaan Yogi di atas kapal tersebut adalah perjalanan pulang untuk berdinas kembali di Lanal Maumere setelah selesai melaksanakan cuti tahunan 2023.

Damai Namun Oknum Tetap Diproses

Sementara itu kedua belah pihak disebut sudah berdamai pasca kejadian tersebut.

Hal itu dilihat bulat.co.id melalui Facebook Pangkalan TNI -AL Maumere. "Korban Taliktus Emon Mada dan Gabriel Tomi Toli penumpang Kapal KM. Dharma Rucitra VII tujuan Surabaya - Maumere sepakat untuk berdamai dengan Yogi pada Sabtu 04 Nopember 2023 di Mako Lanal Maumere," tulis akun tersebut.

Kesepakatan tersebut diambil setelah adanya penjelasan serta kronologi awal mula bisa terjadinya pemukulan tersebut. Pihak Lanal Maumere dalam hal ini diwakili oleh Pasintel Lanal Maumere Mayor Laut (P) Sentot Widodo beserta Anggota Denpomal Lanal Maumere dan pihak keluarga juga para korban pemukulan tersebut bermediasi antara kedua belah pihak.

Korban pemukulan berjanji tidak akan membuat keributan di atas kapal selama mengikuti pelayaran sebagai kernet Ekspedisi, Kemudian oknum prajurit Lanal Maumere pun sepakat tidak akan mengulangi perbuatan pemukulan tersebut yang sempat membuat heboh.

"Namun demikian proses hukum dan pembinaan tetap dilaksanakan kepada oknum prajurit Lanal Maumere tersebut secara internal oleh Staf Intelijen dan Denpomal Lanal Maumere, agar kelak tidak gegabah dalam mengambil sikap dan keputusan yang bisa menciderai Kesatuan TNI AL khususnya Lanal Maumere," demikian tertulis di akun facebook Pangkalan TNI-AL Maumere

Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru