Pembangunan Kantor Sekretariat Presiden di IKN Baru Capai 40 Persen, Ini Penyebabnya
Redaksi - Minggu, 19 November 2023 11:45 WIB
Istimewa
bulat.co.id -MEDAN | Proyek pembangunan kantor Sekretariat Presiden (Setpres) di Ibu Kota Nusantara (IKN), hingga hari ini Minggu (19/11/23) masih mencapai 40 persen.
Lambatnya pengerjaan itu disebabkan faktor cuaca. Hujan yang terus turun diklaim menjadi kendala proses distribusi beton ready mix untuk pembangunan kantor tersebut.
Proyek infrastruktur di IKN terus dipercepat menjelang akhir 2023, termasuk proyek pembangunan kantor Setpres. PT Waskita Karya mengerjakan proyek ini dengan menggunakan pasokan beton ready mix dari PT Waskita Beton Precast, dengan nilai proyek Rp 500 miliar.
Batching Plant Manager IKN Sepaku PT Waskita Beton Precast, Rusdiansyah menjelaskan, kontrak mereka mencakup pasokan beton ready mix tidak hanya untuk kantor Setpres, tetapi juga untuk bangunan pendukung lainnya seperti mess pekerja, gedung parkir, dan gardu listrik.
"Waskita Beton Precast menyuplai beton ready mix penuh untuk proyek setpres ini dengan nilai kontrak Rp 500 miliar. Ini hanya untuk beton ready mix, sementara proyek keseluruhan dipegang oleh Waskita induk," ujarnya.
"Progress saat ini sekitar 40 persen. Kendalanya seperti di tempat lain, hujan dan cuaca seperti ini sedikit banyak menghambat pekerjaan," tambahnya.
Untuk mencapai target penyelesaian pada Juni 2024, pihaknya telah mengerahkan setidaknya 100 pekerja di batching plant IKN Sepaku. Langkah ini diambil untuk mempercepat produksi beton dan memastikan proyek berjalan sesuai rencana.
"Jumlah pekerja di batching plant sekitar 100 orang, dengan 30 persen di antaranya adalah pekerja lokal," pungkasnya.
Baca Juga:
Editor
: Hendra Mulya
Tags
Berita Terkait
MUI Dolok Masihul dan Tokoh Agama Tegaskan Dukungan, Polri Harus Tetap di Bawah Presiden RI
Pemkab Sergai Gelar Kegiatan "OPAH GERAK” di Halaman Kantor Dinas Perikanan
Babinsa Koramil 10/SR Peltu Sutikno bersama Kepala Desa Simpang Empat Peduli Terhadap Insfratruktur Jalan
Dibalik Gugatan Cacat Hukum: Premanisme, Narkoba, dan Intimidasi terhadap Petani
Teater "Nestapa di Tanah Pusaka" Cara Pelajar SMA di Labuan Bajo Kritisi Kebijakan Pemerintah
Mantan Plt. Bupati Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar Mewariskan Masalah, Pengangkatan 2 Pejabat Tabrak Perpres dan Pertek BKN
Komentar