Wabup Tapsel Panen Jagung Varietas Betras 32 F1 di Arse Nauli

Suhut Gultom - Senin, 15 Juni 2026 17:25 WIB
Wabup Tapsel Panen Jagung Varietas Betras 32 F1 di Arse Nauli
Wabup H Jafar Syahbuddin Ritonga dan jajarannya serta warga Arse saat panen jagung.
bulat.co.id, TAPSEL - Wakil Bupati (Wabup) Tapanuli Selatan (Tapsel), H Jafar Syahbuddin Ritonga dan jajarannya panen jagung Varietas Betras 32 F1 di Kelurahan Arse Nauli, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapsel, Jum'at (12/6/2026)

Panen menunjukkan hasil yang menggembirakan, dengan produktivitas mencapai 8 Ton per Hektare, dan dimaksud untuk mendorong kebangkitan ekonomi mmasyarakat, melalui sektor pertanian.

Advertisement

Wabup H Jafar mewakili Bupati Tapsel, H Gus Irawan Pasaribu dikesempatannya menyampaikan, bahwa sektor pertanian, khususnya jagung, adalah

Baca Juga:

salah satu prioritas Pemda, dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, pascabencana yang melanda sebagian besar wilayah Tapsel, baru-baru ini.

Dan, Pemkab saat ini terus berupaya membuka berbagai peluang bagi masyarakat, untuk meningkatkan produktivitas, mulai dari penyediaan bibit, pendampingan penyuluh, hingga akses permodalan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Berkah, dengan bunga nol persen yang difasilitasi Bank Sumut.

Dan, komoditas jagung dipilih karena memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan dan didukung pasar yang jelas. Pemda juga tengah membangun kerja sama dengan berbagai pihak guna memastikan hasil produksi petani dapat terserap dengan baik.

Wabup H Jafar mengajak warga untuk meneladani semangat petani di daerah lain, yang mampu memanfaatkan setiap jengkal lahan yang tersedia untuk kegiatan produktif.

"Kita harus mengubah pola pikir. Jangan ada lahan yang dibiarkan kosong. Sekecil apa pun lahan yang dimiliki, manfaatkan untuk menghasilkan nilai ekonomi bagi keluarga," sebutnya.

Sementara Plt Kadis Pertanian Tapsel, Taufik Batubara, menerangkan, bahwa hasil ubinan pada lahan percontohan jagung varietas Betras 32 F1 menunjukkan produktivitas yang sangat baik, yakni sekitar 8 ton per hektare.

Dan, dengan biaya produksi berkisar Rp 8 juta hingga Rp10 juta per hektare dan harga jual jagung sekitar Rp 6.500 per kilogram, petani berpotensi memperoleh keuntungan puluhan juta rupiah dalam satu kali musim tanam yang hanya berlangsung sekitar tiga bulan.

"Hasil usaha tani ini sangat menjanjikan. Dengan hasil 8 ton per hektare, petani dapat memperoleh pendapatan yang cukup besar," ujarnya

Camat Arse Partahian Ritonga mengapresiasi atas perhatian Pemkab Tapsel terhadap petani di Arse. Menurutnya, pemanfaatan lahan secara optimal, termasuk pematang sawah dan pekarangan, dapat memberikan tambahan pendapatan yang signifikan bagi masyarakat.

Perwakilan PT Benih Citra Asia (Bintang Asia), Dimas Putra menjelaskan, bahwa varietas Betras 32 merupakan hasil inovasi perusahaan perbenihan nasional, yang telah melalui berbagai proses riset dan pengujian.

"Hasil panen yang diperoleh di Arse dapat menjadi referensi bagi petani dalam memilih varietas unggul yang sesuai dengan kondisi lahan setempat. Dan, menjadi ajang sosialisasi program tanam jagung seribu hektare yang tengah digalakkan Pemkab Tapsel, sebagai salah satu strategi meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pertanian," jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Forkopimcam Arse, para Penyuluh Pertanian, Kelompok Tani, Lurah, Kades, dan warga setempat.

Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru