TEROR BAU KOTORAN AYAM DI TELUK MENGKUDU:

Warga Resah, Truk Limbah Diduga Milik PT Sabas Breeding Farm Jadi Sorotan

Yusnar - Senin, 04 Mei 2026 21:15 WIB
Warga Resah, Truk Limbah Diduga Milik PT Sabas Breeding Farm Jadi Sorotan
Foto ilustrasi
Ilustrasi mobil diduga pengangkut kotoran ayam.
bulat.co.id - SERDANG BEDAGAI, — Warga Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, dibuat resah oleh bau menyengat yang kerap tercium di sepanjang jalan lintas wilayah mereka. Aroma tak sedap tersebut diduga berasal dari mobil pengangkut kotoran ayam milik perusahaan peternakan, yakni PT Sabas Breeding Farm yang berlokasi di Desa Bogak Besar.

Informasi yang dihimpun pada Senin (4/5/2026) menyebutkan, kendaraan pengangkut limbah ternak tersebut rutin melintas pada dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB. Dalam satu pekan, aktivitas itu diperkirakan terjadi dua hingga tiga kali.

Advertisement

Tak hanya menimbulkan bau menyengat, warga juga mengeluhkan dugaan adanya cairan kotoran yang tercecer di badan jalan. Kondisi ini dinilai mengganggu kenyamanan pengguna jalan sekaligus memicu kekhawatiran akan dampak terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Baca Juga:

Seorang warga Desa Sialang Buah yang enggan disebutkan namanya mengaku terganggu dengan kondisi tersebut. Ia menyebut bau yang ditimbulkan sangat kuat hingga menyebabkan rasa mual.

> "Biasanya lewat sekitar pukul dua dini hari. Baunya sangat kuat, sampai membuat kami mual," ujarnya.

Warga menyebut, truk tersebut kerap melintas dari arah Desa Bogak Besar menuju wilayah Matapao, melewati sejumlah desa di Kecamatan Teluk Mengkudu.

Atas kondisi ini, masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan penelusuran serta pengawasan terhadap aktivitas pengangkutan limbah tersebut. Warga juga mendesak adanya tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran terhadap aturan pengelolaan limbah, demi menjaga kenyamanan dan kesehatan lingkungan.

---

Klarifikasi Perusahaan

Menanggapi keresahan masyarakat, pihak PT Sabas Breeding Farm melalui Admin GA, Robby Burrahman, memberikan klarifikasi resmi.

Ia menegaskan bahwa nama perusahaan yang benar adalah PT Sabas Breeding Farm, sekaligus meluruskan informasi yang beredar.

> "Izinkan saya menyampaikan klarifikasi terlebih dahulu, bahwasanya nama perusahaan kami adalah PT Sabas Breeding Farm," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin sore.

Robby menjelaskan bahwa seluruh aktivitas pengangkutan kompos (kotoran ayam) telah diatur secara ketat melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan.

Menurutnya, setiap truk yang keluar dari area perusahaan wajib melalui pemeriksaan ketat oleh petugas keamanan. Truk yang tidak memenuhi standar kelayakan tidak diizinkan beroperasi.

Selain itu, bak truk dilapisi terpal berlapis hingga dua sampai tiga lapisan, baik di bagian dalam maupun luar. Proses pemuatan dilakukan secara rapi, kemudian ditutup kembali menggunakan plastik dan terpal guna mencegah material tercecer.

Pintu belakang truk juga dipastikan tertutup rapat dengan tambahan pengaman, sementara bagian atas ditutup penuh untuk menghindari kebocoran muatan.

> "Sebelum truk keluar, dilakukan pengecekan ulang oleh petugas security. Jika sudah sesuai standar, barulah kendaraan diizinkan keluar," jelasnya.

Ia menambahkan, operasional pengangkutan dilakukan mulai pukul 02.30 WIB hingga sebelum subuh, dengan pengawasan langsung dari penanggung jawab kompos, pimpinan, serta petugas keamanan.

Sebagai langkah tambahan, perusahaan juga melakukan penyiraman jalan menggunakan air desinfektan dan air sabun secara rutin setelah aktivitas berlangsung.

"Upaya ini kami lakukan guna mencegah timbulnya bau yang dapat mengganggu masyarakat," pungkas Robby.

Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih berharap adanya langkah konkret dari pihak terkait untuk memastikan aktivitas pengangkutan limbah tersebut tidak merugikan lingkungan maupun kesehatan warga.

Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru