Proyek Air Minum di Translok Bermasalah, Kejaksaan Lakukan Penyelidikan
Muhamad menjelaskan bahwa ada yang aneh dengan pengerjaan air minum ini.
"Beginikah pak, prorek inikan sudah selesai dikerjakan pada 2022 lalu tapi kontraktornya masih sibuk tangani kalau ada masyarakat yang mengeluh karena air tidak jalan. Kami curiga proyek ini bermasalah. Makanya kontraktornya suruh orang lain perbaiki kalau ada warga yang mengeluh," ujarnya.
Baca Juga:
- Publik Menduga Pimpinan DPRD Manggarai Barat Tidak Memahami LHP BPK dan Berusaha Menyembunyikan Kesalahan Pemerintah
- Kanis Jehabut Tidak Ingin Temuan BPK Dibacakan di Ruang Tertutup dan Tidak Diketahui Publik
- Wabup Weng Ingin Manggarai Barat Jadi Contoh Bagi Kabupaten Lain Dalam Memerangi Kanker Serviks
Keluhan ini bukan hanya masyarakat Translok saja namun masyarakat Weor dan Bancang juga. Bahkan kata dia, ada beberapa rumah yang tidak pernah sama sekali mendapat aliran air.
"Ada yang tidak dapat air sama sekali pak. Bahkan ada yang emosi mau potong pipa masa proyek yabg baru saja selesai tapi sudah bermasalah," ujarnya.
Menurut Muhamad, kasus ini sedang dilidik oleh Kajaksaan.
"Yang kami dengar Kejaksaan sudah datang gali informasi dimasyarakat dan sekalian cek langsung kondisi air. Mereka datang secara diam diam waktu itu," ujarnya.
Publik Menduga Pimpinan DPRD Manggarai Barat Tidak Memahami LHP BPK dan Berusaha Menyembunyikan Kesalahan Pemerintah
Kanis Jehabut Tidak Ingin Temuan BPK Dibacakan di Ruang Tertutup dan Tidak Diketahui Publik
Wabup Weng Ingin Manggarai Barat Jadi Contoh Bagi Kabupaten Lain Dalam Memerangi Kanker Serviks
Soroti Proyek Parapuar, Ino Peni; Jangan Sampai Kita Gonggong ke Pengusaha, Pemerintah Sendiri Tidak Bayar Upah Pekerja
Ketua DPRD Mabar Sambangi Kementerian ATR/BPN Terkait Ganti Rugi Lahan Embung Anak Munting