Dosen Pendidikan Geografi UNSAM Gelar Workshop Penciptaan Karya Berbasis Lagu Tradisional Aceh
Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga tradisi.
Baca Juga:
Kegiatan yang digagas oleh penggiat seni ini diadakan pada Jumat (30/8) sampai Sabtu (31/8/24) setelah memenangkan hibah dari Badan Pelestarian Kebudayaan.
Menurut Lailisa'adah, Kota Langsa perlu dikenalkan lebih dalam dengan budaya tradisional Aceh agar masyarakat lebih memahami dan mencintai tradisi.
Oleh karena itu, kegiatan ini melibatkan 30 siswa dan mahasiswa yang secara khusus diundang oleh Lailisa'adah.
Diharapkan generasi muda akan lebih memproduksi karya-karya yang diminati oleh banyak orang, sambil tetap mempertahankan unsur tradisional sehingga keseimbangan terjaga.
"Saran saya adalah jika ingin menciptakan karya apa pun, pastikan tetap ada unsur tradisional di dalamnya karena keunikan tradisi dapat menghasilkan karya yang diminati," ungkapnya.
Seorang seniman Aceh yang dikenal dengan panggilan Zul Pase mendukung penuh kegiatan ini, mengingat aturan tradisional Aceh sedang mengalami pergeseran karena pengaruh digitalisasi.
Zul Pase tidak hanya membagikan ilmu dan pengalamannya, tetapi juga mengajak para peserta diskusi untuk mencari solusi dari permasalahan yang terjadi dalam perkembangan musik tradisional.
"Dari diskusi hari ini, kita telah menemukan solusi dan referensi yang mudah-mudahan dapat menjadi pedoman bagi masyarakat Aceh," tutup Zul Pase.
Unsam Salurkan Semangat Berbagi Idul Adha Melalui Penyembelihan 27 Ekor Sapi Kurban
KSR PMI Unit Unsam Manfaatkan Momen Dies Natalis untuk Aksi Kemanusiaan
Tim PKM Unsam Luncurkan Model Partisipatif Air Bersih Berkelanjutan di Aceh Tamiang
PMB Unsam Kolaborasi dengan Komunitas Mahasiswa Peduli Literasi University of Cambridge Gelar Aksi Literasi untuk Anak Korban Banjir di Aceh Timur
UNSAM Hadirkan Instalasi Air Bersih Darurat untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang