Universitas Samudra Latih Warga Gayo Lues Olah Batok Kelapa Jadi Sabun Arang Aktif
Baca Juga:"Kami ingin menunjukkan bahwa sesuatu yang selama ini dianggap limbah, seperti batok kelapa, ternyata bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi seperti sabun colek berbasis arang aktif," ujar Rahmawati.

Pelatihan dimulai dengan pengenalan arang aktif dan dilanjutkan dengan praktik pembuatan sabun colek dari bahan alami. Antusiasme warga terlihat tinggi. Beberapa peserta bahkan berencana memproduksi sabun secara mandiri untuk kebutuhan rumah tangga dan usaha kecil.
Pengulu Gampong Penggalangan, Bapak Yusuf, sangat menyambut baik inisiatif ini. Warga perwakilan Gampong Agusen dan Gampong Palok pun turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas inisiatif edukatif yang dijalankan oleh Universitas Samudra.
"Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Selain menambah pengetahuan masyarakat, juga dapat meningkatkan keterampilan yang bisa dimanfaatkan secara ekonomis," katanya.

Selain memperkenalkan teknologi tepat guna, kegiatan ini juga membangun kolaborasi antara kampus dan masyarakat. Mahasiswa mengaku mendapat pengalaman langsung dalam menerapkan ilmu serta mempererat hubungan sosial dengan warga.
Di akhir pelatihan, peserta membawa pulang sabun buatan sendiri dan pengetahuan baru untuk dikelola lebih lanjut.
Program ini menjadi bukti komitmen Universitas Samudra dalam mendukung pemberdayaan desa secara berkelanjutan melalui pendekatan ilmiah dan praktis.
Mahasiswa KKN Kemanusiaan UNSAM dan UNY Fokus Pemulihan Pascabanjir di Desa Tanjung Neraca
PMI Kota Langsa Salurkan Bantuan Logistik dari FK UNNES
Unsam Lantik Sejumlah Pejabat Baru, Rektor Tekankan Penguatan Tata Kelola dan Mutu Pendidikan
UNSAM Tingkatkan Kreativitas dan Literasi Anak di Gayo Lues Lewat Program “Cerdas Bersama”
KSR-PMI Unit UNSAM Bantu Upaya Pencegahan Stunting di Desa Terisolir