Lapas Padangsidimpuan Lanjutkan Program Ketapang di Lahan SAE
Program ini menjadi bagian dari upaya pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan Lapas tersebut.
WBP di lahan itu, secara aktif mengelola perkebunan sayur, dengan menanam komoditas seperti kangkung, terong, cabai dan jagung. Selain sektor pertanian, Lapas Psp juga mengembangkan budidaya ikan nila, melalui kolam-kolam yang telah disiapkan.
Baca Juga:
Kalapas Padangsidimpuan, Mathrios Zulhidayat Hutasoit, Kamis (7/5/2026) ke awak media menyampaikan, bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga pada proses pembinaan yang berkelanjutan. WBP diberikan pelatihan serta pendampingan, agar memiliki keterampilan di bidang pertanian dan perikanan.
"Program Ketapang di lahan ini menjadi sarana edukasi, dan pembinaan bagi WBP agar mereka memiliki bekal keterampilan, yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat," sebutnya.
Kalapas Mathrios menambahkan bahwa, kedepan, Lapas Padangsidimpuan, berencana untuk mengembangkan lahan SAE, dengan menambah jenis komoditas, serta meningkatkan kapasitas produksi. Dan, diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi WBP maupun bagi lingkungan sekitarnya.
Lapas Padangsidimpuan Gelar Ikrar Pemasyarakatan
Gang Sempit di Kota Padangsidimpuan Diduga Jadi Titik Edar Sabu, Dua Pria Ditangkap Polisi
Tokoh Masyarakat Kampung Darek Datangi Mapolres Padangsidimpuan, Beri Dukungan atas Pengungkapan Kasus Narkoba
Bobol Toko Pakaian di Simpang IKIP, Pria di Padangsidimpuan Ditangkap Polisi
BRI BO Kisaran Hadiri Peringatan HBP Ke-62 di Lapas Labuhan Ruku