Cegah Stunting, Kadis Kesehatan Medan Himbau 41 Puskesmas Pantau Kesehatan Masyarakat
Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Medan juga memberikan pendidikan kesehatan dan tablet tambah darah serta terus melakukan pemantauan tumbuh kembang balita.
Dalam mengatasi masalah stunting, Dinas Kesehatan Kota Medan bekerja sama dengan Lintas Sektor dan melaksanakan program Bapak Asuh Anak Stunting (Baas) Kota Medan pada 2021-2022 di mana balita stunting dipasangkan dengan masing-masing OPD terkait.
Baca Juga:
- PTPN IV Regional VI Salurkan Bantuan PMT Bagi Balita Gizi Kurang di Kota Langsa
- Terkait Stunting di Madina, Arief Tampubolon: Siapapun yang Terlibat Harus Mempertanggungjawabkan Perbuatannya
- Terkait Stunting di Madina, Arief Tampubolon: Siapapun yang Terlibat Harus Mempertanggungjawabkan Perbuatannya
Selain itu, pelayanan kesehatan juga dilakukan melalui Pondok Gizi Cegah Stunting (CETING) di wilayah-wilayah terdampak.
Dalam usahanya memaksimalkan pengawasan dan penanganan stunting pada balita, Dinas Kesehatan Kota Medan juga melaksanakan Sistem Kolaborasi Dana Kelurahan (SIKODAK) yang merupakan inovasi dari Bappeda Kota Medan.
Dengan mengintegrasikan database stunting, kemiskinan, DTKS, data UMKM, dan data jalan sehingga efektifitas dan optimalisasi perencanaan dan penganggaran dalam pembangunan sarana prasarana kelurahan dan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan dapat terwujud.
Dinas Kesehatan Kota Medan memastikan bahwa upaya pengawasan dan penanganan stunting pada balita di Kota Medan akan terus ditingkatkan dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat Kota Medan.
PTPN IV Regional VI Salurkan Bantuan PMT Bagi Balita Gizi Kurang di Kota Langsa
Terkait Stunting di Madina, Arief Tampubolon: Siapapun yang Terlibat Harus Mempertanggungjawabkan Perbuatannya
Terkait Stunting di Madina, Arief Tampubolon: Siapapun yang Terlibat Harus Mempertanggungjawabkan Perbuatannya
Puskesmas Perbaungan Berikan Bantuan Kepada Korban Kebakaran
KSR-PMI Unit UNSAM Bantu Upaya Pencegahan Stunting di Desa Terisolir