Edan!!! Kades di Serang Rela Korupsi Dana Desa Tuk Nyawer LC dan Karaoke
"Karaoke yang mulia. Nyanyi-nyanyi doang. Ya kalau hiburannya tiap hari," ujarnya.
Baca Juga:
"Sisanya?" tanya hakim.
"Tiap hari hiburan terus. Ya mungkin ditotal (senilai itu).Nyawer setiap hari ada Rp 500-Rp 700 (ribu)," jawabnya.
Saweran itu katanya diberikan ke perempuan yang menemaninya dirinya dan staf saat karaoke. Dia menyebut uang itu juga dibagikan ke stafnya untuk menyawer LC.
"Perorang (nyawer) ladies cepek (Rp 100 ribu). Saya bawa staf masing-masing (nyawer) Rp 500 (ribu)," ujarnya.
"Yang namanya duit, Yang Mulia, jangankan uang segitu, buat hiburan setiap hari habis," sambungnya.
Dia mengaku biasanya menghabiskan Rp 5 juta hingga Rp 9 juta dalam satu malam. Dia juga mengaku agar tempat hiburan itu bisa dibuka untuknya meski sedang hari libur.
"Kecilnya aja Rp 5 juta semalam, paling besar Rp 9 juta," ujar Aklani.
"Jumat kalau buka saya hajar juga, saya minta sama mami, 'mi buka'," sambungnya.
Aklani mengaku menyesali perbuatannya. Dia mengaku melakukan hal itu bersama dengan staf Desa Lontar.
"Bukan nyesel, nangis Yang Mulia. Kalau di musala nangis saya. Kan minta tobat, Yang Mulia," ujarnya.
"Saya mau pertimbangan untuk staf saya juga yang merasakan manisnya (di hukum), masa saya sendiri merasakan pahitnya," sambung Aklani.
DPD WIB Tapsel Unjuk Rasa di Kantor Bupati Terkait Dana CSR yang Disorot KPK
Saleh Nasution Apresiasi Kinerja Kejari Madina Terus Ungkap Dugaan Korupsi Smart Village
Klarifikasi Keluhan Warga Soal Asap, Pemilik Usaha Arang Batok di Desa Pon Tegaskan Usaha Tidak Ilegal
Dua Oknum Pegawai Baitul Mal Kota Langsa Diduga Lakukan Pungli Dana Bantuan Anak Yatim
Kejari Labuhanbatu Beberkan Progres Pengungkapan Dugaan Korupsi Dana Hibah Pramuka