“Bersama Merangkul Aceh” Gabungan Beberapa Organisasi Sumut Jalankan Misi Kemanusiaan Di Aceh Tamiang
Seperti pada 28 Desember 2025 kemarin, beberapa organisasi dan kalangan di provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang terdiri dari Ikatan Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Universitas Islami Sumatera Utara (IKA HMI UISU), Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Sumatera Utara, Pemuda Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (Pemuda ICMI) Sumatera Utara, Yayasan Zaid Bin Tsabit, Badan Kemakmuran Mesjid (BKM) Al Azis, serta tim bantuan medis dari fakultas kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) melaksanakan misi kemanusiaan di Aceh Tamiang.
Baca Juga:
- Tim PKM Unsam Luncurkan Model Partisipatif Air Bersih Berkelanjutan di Aceh Tamiang
- PMB Unsam Kolaborasi dengan Komunitas Mahasiswa Peduli Literasi University of Cambridge Gelar Aksi Literasi untuk Anak Korban Banjir di Aceh Timur
- UNSAM Hadirkan Instalasi Air Bersih Darurat untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
Dengan tajuk Bersama Merangkul Aceh, misi kemanusiaan tersebut langsung menyentuh masyarakat desa Banai, Rantau Panjang, dan Alur Bemban yang berada di kecamatan Karang Baru, kabupaten Aceh Tamiang.
Misi kemanusiaan yang dipimpin ketua PPTI Sumut dr. Dedy Irawan Nasution, M.Kes.,M.Ked (Clin Path).,Sp.PK membawa berbagai bantuan berupa sembako, air mineral, roti, pakaian, sarung, mukena, susu, dan bantuan medis yang disalurkan langsung kepada masyarakat yang terdampak banjir bandang di tiga desa tersebut.
Dedy Irawan Nasution yang berprofesi sebagai dokter spesialis patologi klinik kepada media menyampaikan temuan beberapa penyakit yang menjangkit masyarakat. Menurutnya penyakit tersebut merupakan efek dari bencana banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu.
"Kita banyak menemui beberapa penyakit yang menjangkit masyarakat seperti infeksi saluran pernapasan (ISPA), batuk, flu, demam, penyakit gatal pada kulit, dan infeksi mata," ujar Dedy, Senin (29/12/25) melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp.
Berdasarkan situasi di lapangan, penyakit yang menjangkit masyarakat mulai dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa itu disebabkan lumpur yang dibawa banjir bandang belum sepenuhnya teratasi.
"Lumpur pasca banjir menyebabkan banyak debu bila panas, dan berlumpur bila hujan. Hal ini yang menyebabkan banyak anak-anak dan orang dewasa terjangkit penyakit-penyakit tersebut. Demi kesehatan masyarakat, sebaiknya lumpur sisa banjir harus segera dibersihkan," ungkapnya kepada media.
Dedy mengucapkan ribuan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut berkontribusi dan berpartisipasi pada misi kemanusiaan tersebut, dan berharap dapat terus membantu agar Aceh dapat segera pulih kembali.
Tim PKM Unsam Luncurkan Model Partisipatif Air Bersih Berkelanjutan di Aceh Tamiang
PMB Unsam Kolaborasi dengan Komunitas Mahasiswa Peduli Literasi University of Cambridge Gelar Aksi Literasi untuk Anak Korban Banjir di Aceh Timur
UNSAM Hadirkan Instalasi Air Bersih Darurat untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
Bersih, Belajar, Berdaya: Jejak Mahasiswa Lintas Kampus di Kebun Medang Ara
Mahasiswa KKN Kemanusiaan Kolaborasi Gelar Pendampingan Psikososial Anak Terdampak Banjir di Aceh Tamiang