Ukraina Hentikan Operasi Militer Gegara Bantuan Asing Berkurang
Redaksi - Selasa, 19 Desember 2023 15:08 WIB
Ilustrasi
bulat.co.id -UKRAINA | Ukraina telah memperingatkan bahwa pihaknya terpaksa mengurangi sejumlah operasi militer karena berkurangnya bantuan asing.
Jenderal penting Oleksandr Tarnavskyi mengatakan pasukan menghadapi kekurangan amunisi di sepanjang "seluruh garis depan", sehingga menciptakan "masalah besar" bagi Kyiv.
Hal ini terjadi ketika bantuan senilai miliaran dolar Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) tertahan di tengah perselisihan politik.
Namun mereka sangat bergantung pada pasokan barat, terutama pada pengiriman rudal jarak jauh dan sistem pertahanan udara, untuk melawan pasukan pendudukan Rusia.
Jenderal Tarnavskyi mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa negara tersebut kekurangan peluru artileri, terutama untuk senjata era Soviet.
"Volume yang kami miliki tidak mencukupi, mengingat kebutuhan kami," katanya, dikutip BBC.
"Jadi, kami mendistribusikannya kembali. Kami merencanakan ulang tugas-tugas yang telah kami tetapkan untuk diri kami sendiri dan menjadikannya lebih kecil karena kami perlu menyediakannya," lanjutnya.
Ia mengatakan berkurangnya bantuan militer asing telah berdampak pada medan perang dan memaksa adanya perubahan taktik.
"Di beberapa area, kami beralih ke pertahanan, dan di beberapa area lainnya kami melanjutkan tindakan ofensif," ujarnya.
"Dan kami sedang mempersiapkan cadangan kami untuk aksi skala besar selanjutnya. Niat mereka tetap ada. Satu-satunya hal adalah tindakan mereka berubah, taktik mereka berubah," ungkapnya.
Komentarnya muncul setelah terjadinya kemunduran di UE dan AS. Partai Republik di Kongres AS pertama kali memblokir paket militer senilai USD60 miliar untuk Ukraina awal bulan ini.
Hal ini diikuti oleh pemblokiran Hungaria terhadap kesepakatan bantuan keuangan Uni Eropa senilai 50 miliar euro pada minggu lalu. Namun para pemimpin Uni Eropa mengatakan Ukraina tidak akan dibiarkan tanpa dukungan.
Ukraina sudah menghadapi kekurangan amunisi karena negara-negara Barat berjuang untuk mempertahankan pasokan. UE berjanji mengirim satu juta peluru artileri pada Maret 2024, namun sejauh ini hanya 480.000 yang telah dikirim atau sedang dalam proses.
Sementara itu, AS telah memberi Ukraina lebih dari dua juta peluru 155mm untuk digunakan dalam sistem artileri buatan Barat. Namun persediaannya sendiri telah habis, sehingga mendorong keputusan pada musim panas lalu untuk mengirimkan munisi tandan.
Ukraina sudah menggunakan amunisi lebih cepat daripada kemampuan negara mitranya memproduksinya. Sebuah laporan oleh kementerian pertahanan Estonia mengatakan Kyiv membutuhkan minimal 200.000 peluru artileri sebulan untuk mempertahankan keunggulan melawan Rusia.
"Mempertahankan tingkat ini akan mengosongkan stok amunisi di Eropa dan AS pada tahun 2024 dan akan membutuhkan pembelian amunisi dari luar negeri dalam jumlah besar," katanya.
Berbicara kepada BBC, Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Ivan Havryliuk mengatakan negaranya meningkatkan produksi drone kamikaze "untuk mengkompensasi kekurangan peluru artileri".
Selain itu, mereka meningkatkan produksi peluru artileri "untuk hampir seluruh jenis" senjata era Soviet.
Ia juga mengatakan negaranya berharap dapat meningkatkan industri pertahanannya dengan memproduksi amunisi bersama dengan perusahaan-perusahaan Barat di wilayah Ukraina.
Jenderal Havryliuk mengatakan hal ini adalah fokus negosiasi dengan perusahaan-perusahaan AS ketika ia mendampingi Presiden Volodymyr Zelensky selama kunjungannya pada bulan Desember ke AS.
Ukraina menandatangani sejumlah perjanjian dengan perusahaan AS untuk memulai produksi bersama.
Dia mengatakan bahwa Ukraina tidak dapat menandingi sumber daya atau tenaga kerja Rusia dan tujuannya adalah untuk mencapai keunggulan teknologi.
Baca Juga:
Editor
: Hendra Mulya
Tags
Berita Terkait
Cara Mendapatkan Bantuan UMKM dari Pemerintah, Syarat dan Prosedurnya
Polres Padangsidimpuan Amankan 16 Tersangka dan Ungkap 13 Kasus Narkoba Selama Periode Operasi Antik Toba
21 Hari Operasi Antik Toba 2026, Polres Labuhanbatu Ungkap 81 Kasus Narkoba dengan 91 Tersangka
Ribuan Korban Banjir di Langsa Cairkan Bantuan Rp8 Juta dari Kemensos
Hari ini Cair! 1.307 KK Korban Banjir di Langsa akan Terima Bantuan Penguatan Ekonomi dari Kemensos RI
Diduga Salah Seorang Oknum ASN Rangkap Jabatan, Menjabat di BLK Madina Juga Menjadi Pengurus Koperasi Produsen
Komentar
Berita Terbaru
12 Lokasi di Medan Terdampak Pemadaman Listrik 4 Jam Hari Ini
KMP Putri Yasmin Terbakar di Laut, 173 Penumpang Dievakuasi
KMP Putri Yasmin Terbakar di Laut, 173 Penumpang Dievakuasi
Transaksi Ganja Kering, 2 Pria Diringkus Polsek Bilah Hilir
Cara Mengurus SKCK untuk Melamar Kerja
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3 Moge dan Suku Cadang Senilai Rp1,8 Miliar
Yaqut Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar dalam Pengelolaan Kuota Haji