BMKG Prediksi Riau, Jambi dan Sumut Alami Kemarau Mulai Februari
Istimewa
Tanah menegring akibat kemarau
"Itu memang lazim terjadi di daerah tersebut dua kali mengalami musim kemarau. Artinya lebih kering dari wilayah lainnya yang hijau. Juga terjadi di sebagian Sulawesi, dan sebagian kepala burung di Papua," katanya.
Pada bulan Maret, disebutkan terdapat beberapa wilayah yang masih memiliki curah hujan tinggi. Sementara di bulan April, curah hujan akan kembali rendah di wilayah Madura, Jawa Timur, hingga wilayah Nusa Tenggara.
"Maret mayoritas masih hijau artinya curah hujan tinggi, Riau berkurang kembali, masuk ke musim hujan lagi, meski intensitas hujannya relatif rendah," tuturnya.
"April masih mayoritas hijau, kecuali di wilayah sebagain besar Madura dan Jawa Timur, Nusa Tenggara, itu harus mewaspadai curah hujannya rendah, artinya makin kering, lebih kering dari sekitarnya, kurang dari 100 milimeter perbulan. Ini harus diwaspadai relatif kering," sambungnya.
Kemarau Meluas Pada Mei
Curah hujan rendah atau musim kemarau mulai meluas pada bulan Mei di beberapa wilayah, seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Pada bulan Juni dan Juli, kemarau akan semakin meluas di seluruh wilayah Indonesia.
Editor
:
Tags
Berita Terkait
Harun Mustafa Terpilih Kembali Pimpin IMI Sumut 2026-2030
Harun Nasution Akan Kembali Pimpin IMI Sumut Periode 2026-2030
20 Pemain Dipilih, Tim Sepak Bola Polres Labuhanbatu Siap Bertanding di POR Rohani Polda Sumut
Sah, Heri Siswoyo Nakhodai SMSI Deliserdang
Pengembalian Izin PT AR Dipertanyakan, "Proses Hukum dan Kepentingan Korban Belum Tuntas"
Tim Monev Kanwil Ditjenpas Sumut Kunjungi Lapas Padangsidimpuan
Komentar