Harga Pertamax Dirasakan Mahal, Banyak Warga Tak Kuat Membeli
Dengan adanya kenaikan harga BBM Pertamax dari semula harga Rp 12.950 menjadi Rp.13.700, penjualan di beberapa SPBU Kabupaten Pemalang, mengalami penurunan.Salah satunya yang terjadi di SPBU Sirandu yang berada di jalan Gatot Subroto ini,
Baca Juga:
Supriyadi ( 45 ) Seorang petugas pengisian BBM di SPBU Sirandu ini ketika dikonfirmasi mengatakan,bahwa semenjak adanya kenaikan harga Pertamax, penjualan mengalami penurunan hingga sampai 25 %.
" Untuk penjualan pertamax per ship ( waktunya sekitar 6 jam kerja) dari jam 06.00 pagi - 12.00 wib penurunan sampai Rp10 juta, biasanya dapat sekitar Rp.40 -Rp.50 juta kini penjualan hanya sekitar Rp 30 juta saja," tuturnya, pada Senin ( 19/8 ).
Ditempat yang sama, Sumedi ( 55 ) Seorang pembeli BBM di SPBU setempat mengatakan, jika dirinya sekarang beralih ke Petralite karena dirasakan harga Pertamax sangat mahal bagi dirinya.
"Semenjak Pertamax harganya mahal, saya beralih ke Petralite, selisihnya buat kebutuhan yang lain, " jelasnya.
Solar Subsidi/Biosolar: Rp6.800/liter
Biosolar Non Subsidi (khusus di Nusa Tenggara Timur): Rp15.250 per liter.
Pertalite: Rp10.000/liter,
Pertamax: Rp13.700/liter
Pertamax Green 95: Rp15.000/lite
Pertamax Turbo: Rp15.450/liter
Dexlite: Rp15.350/liter
Pertamina Dex: Rp 15.650/liter.
Sementara itu, Adanya kenaikan harga Pertamax pada hari ini suasana di salah satu SPBU yang berada di jalan Gatot Subroto, sirandu Pemalang, terlihat agak lengang tidak seperti hari biasanya.
SPBUN PTPN I Regional VI dan Manajemen PTPN IV Regional VI Gelar Buka Puasa Bersama
Polsek Pantai Cermin dan Koramil Cek Stok BBM, Perkuat Mitigasi Pasca Banjir
Pastikan Ketersediaan BBM Aman, Polsek Bilah Hulu Monitoring SPBU di Wilayah Hukumnya
Seorang Warga Manggarai Barat Ditetapkan Sebagai Tersangka Penyelundupan BBM
Es Dawet Jabung Jadi Inovasi Unggulan Imigrasi Ponorogo Saat Verlap TPN KemenPAN-RB