SPPG Desa Bogak Besar Resmi Beroperasi, Perdana Salurkan Program MBG
Pada tahap awal pelaksanaan, sebanyak 1.209 siswa tercatat sebagai penerima manfaat program MBG yang disalurkan melalui SPPG Desa Bogak Besar.
Kepala SPPG Desa Bogak Besar, Mhd. Khairul Anhar, mengatakan program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak usia sekolah.
Baca Juga:
Menurutnya, program tersebut juga menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka malnutrisi dan stunting demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Dengan pembagian MBG ini, kita sama-sama mengetahui bahwa program ini dibuat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan mengatasi malnutrisi dan stunting melalui penyediaan makanan bergizi seimbang. Hal ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045, di mana Indonesia nantinya mendapatkan bonus demografi," ujar Anhar kepada wartawan.
Ia berharap keberadaan SPPG di Desa Bogak Besar dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan, pertumbuhan, serta kecerdasan anak-anak sekolah di wilayah tersebut.
"Sehingga dengan adanya SPPG di Bogak Besar ini diharapkan ke depannya anak-anak sekolah, khususnya di Bogak Besar, semakin cerdas, nutrisi dan pertumbuhan tubuh menjadi lebih baik, tumbuh menjadi anak yang sehat, kuat dan cerdas, serta untuk meningkatkan kualitas SDM agar tercapainya Indonesia Emas," tambahnya.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas nasional digagas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik melalui penyediaan makanan sehat dan bergizi secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Dukung Program MBG, Sebanyak 66 Dapur SPPG di Sergai Resmi Beroperasi
Sat Reskrim Polres Sergai Gerak Cepat Tindaklanjuti Informasi Masyarakat Dugaan Perjudian Tembak Ikan di Sei Bamban
Klarifikasi Keluhan Warga Soal Asap, Pemilik Usaha Arang Batok di Desa Pon Tegaskan Usaha Tidak Ilegal
Polsek Teluk Mengkudu Berbagi Kasih di Panti Jompo Nurul Jannah Werdha Sei Buluh
Warga Resah, Truk Limbah Diduga Milik PT Sabas Breeding Farm Jadi Sorotan