Banjir Terjang Rumah, Sapari Kehilangan Uang Tunai Rp 10 Juta
bulat.co.id - Banjir yang melanda dusun Sidodadi, Nagori Dolok Hataran, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun pada Minggu (28/8/2022) dinihari merupakan banjir terparah yang pernah terjadi.
Pasangan suami-istri (pasutri) Sapari (41) dan Pipi Handayani (37) mengisahkan kejadian malam itu. Kata Sapari, sebelum banjir dirinya sedang tidur di kamar. Tiba-tiba dirinya dibangunkan istrinya, sebab air banjir sudah masuk ke dalam rumah sekira pukul 01.00 Wib.
Baca Juga:
- Tindaklanjuti Keluhan Warga, Pemerintah Kecamatan dan Polsek Teluk Mengkudu Tinjau Peternakan Ayam di Bogak Besar
- Respons Cepat Polisi! Barak Diduga Tempat Penyalahgunaan Narkoba di Aek Kanopan Timur Dibongkar dan Dibakar
- Kuliner Nipah Kian Digemari, Pedagang di Langsa Raup Omzet Hingga Rp1 Juta per Hari
Saat itu, Pipi sedang berada di kamar mandi. Dia melihat air sudah memasuki rumah mereka melalui lubang pembuangan kamar mandi dan air itu semakin lama semakin besar. Sapari pun terhentak dan bergegas untuk melihat kondisi banjir itu. Saat melihat kondisi itu, Sapari merasa kaget sebab banjir besar sudah mengepung rumahnya.
Setengah jam berikutnya, air besar menghantam dan menghancurkan tembok belakang rumah hingga air masuk dengan ketinggian 2,5 meter. Seluruh barang di rumah itu terendam banjir bahkan uang sebesar Rp 10 juta juga lenyap terbawa arus.
"Gak ada yang bisa diselamatkan. Semuanya terendam baju, peralatan rumah, peralatan elektronik. Besok anak-anak sekolah baju sekolahnya pun gak ada," kata Sapari kepada bulat.co.id di lokasi kejadian, Minggu (28/8/2022) siang.
Lebih parahnya, uang sebanyak Rp 10 juta milik Sapari yang dibungkus dalam plastik juga hilang terbawa arus. "Uang itu hasil penjualan kereta Vixion, Bang. Rencananya mau beli (Yamaha) Scorpio untuk anak yang paling besar," kata Sapari sedih.
Bahkan, ketinggian air yang mencapai lebih dari 2 meter ini merusak meteran listrik rumah Sapari.
"Air sampe ke meteran listrik. Jadi dua kali kulihat meteran itu meledak," katanya lagi.
Warga lainnya, Yuyun yang merupakan pengurus perwiridan di Dusun Sidodadi juga kehilangan uang. Menurut Kepala Dusun, Suharmoko, Yuyun merupakan pengurus perwiridan dan menyimpang uang perwiridan itu dalam rumahnya. Namun, belum diketahui berapa besaran uang perwiridan yang hilang terbawa banjir itu.
Amatan di lokasi, terlihat sejumlah warga masih melakukan pembersihan pada rumah yang terkena banjir itu. Masyarakat Sidodadi bergotong royong saling membantu.
(ES)
Tindaklanjuti Keluhan Warga, Pemerintah Kecamatan dan Polsek Teluk Mengkudu Tinjau Peternakan Ayam di Bogak Besar
Respons Cepat Polisi! Barak Diduga Tempat Penyalahgunaan Narkoba di Aek Kanopan Timur Dibongkar dan Dibakar
Kuliner Nipah Kian Digemari, Pedagang di Langsa Raup Omzet Hingga Rp1 Juta per Hari
Pemerintah Sebut Latsarmil Penting Bentuk Disiplin dan Kepemimpinan Pengelola Kopdes Merah Putih
Pemerintah Sebut Latsarmil Penting Bentuk Disiplin dan Kepemimpinan Pengelola Kopdes Merah Putih