Densus 88 Polri Gandeng Habib Bob Kribo Gelar Kegiatan Bertajuk Perkuat Pemahaman Empat Pilar Kebangsaan

- Rabu, 23 Agustus 2023 16:30 WIB
Densus 88 Polri Gandeng Habib Bob Kribo Gelar Kegiatan Bertajuk Perkuat Pemahaman Empat Pilar Kebangsaan
Istimewa
Habib Bob Kribo

bulat.co.id -MANGGARAI BARAT | Tim Idensos SGW NTT Densus 88 Anti Teror Polri gandeng Habib Zein Asegaf atau Habib Bob Kribo gelar kegiatan bertajuk Perkuat Pemahaman Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika di kantor Kemenag Manggarai Barat, NTT, Selasa, (22/8/23).

Advertisement

Kegiatan itu dilaksanakan sebagai upaya memerangi paham Intoleran, radikalisme dan terorisme.

Baca Juga:

Selain Habib Bob Kribo, Team Idensos SGW NTT Densus 88 Anti Teror Polri, juga menghadirkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Manggarai Barat (Mabar) menyambangi kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mabar.

Mengahadirkan Habib Zein Asegaf bukan tanpa alasan, ia adalah seorang aktivis media sosial yang selalu menyerukan penolakan dan perlawanan terhadap paham-paham intoleran, radikalisme dan terorisme yang belakangan tengah melanda bangsa ini.

Baca Juga :Laos Dipilih Jadi Ketua AMMTC ke-18 Tahun 2024

Pendalam terhadap pemahaman keempat pilar kebangsaan ini dilakukan di Kemenag mabar tentu bukan tanpa alasan.Kemenag merupakan institusi negara yang bertugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama.

Institusi ini sangat bertanggungjawab menjamin kebebasan dan kenyamanan warga negara dalam memeluk dan mejalani keyakinan agama yang dianutnya. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang empat pilar kebangsaan, menjadi sesuatu yang urgen untuk bagi seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) yang bekerja pada institusi tersebut.

Dalam pemaparan materi, Habib Zein Asegaf atau yang dikenal publik sebagai Habib Kribo, memberikan pencerahan terkait, fenomena politisasi Agama yang kerap dilakukan segelintir orang ataupun kelompok intoleran dan radikal yang semakin masif beberap tahun terakhir.

Dibalik gerakan radikal yang sering meyeruak ke permukaan, kata habib kribo tidak selamanya demi kepentingan atau bermotif idelogi semata, justru yang lebih banyak adalah motif ekonomi, bisnis politik.

Mereka, kata habib kribo, sering kali berkoar-koar mengatasnamakan Islam dan mengkafir-kafirkan sesama. Demonstrasi berjilid-jilid, mendiskreditkan pemerintah dan mengatakan pemerintah anti Islam, padahal tujuan sesungguhnya hanya ingin mendapatkan uang, di belakang mereka ada kepentingan politik aktor tertentu.

"Ribut-ribut soal agama ini selalu muncul menjelang pilpres kan. Rizieq [Habib Rizieq Syihab] itu hanyalah pion! Ada raja [Aktor Politik dan ekonomi] dibelakang dia. Kalau tidak ada yang membiayai masa mau maju sih," ungkap habib Kribo.

Baca Juga :2.497 Korban TPPO Telah Diselamatkan Polri,Dibahas Dalam AMMTC ke-17 di Labuan Bajo

Namun demikian, ia juga tak memungkiri keberadaan kelompok teroris yang kerap melakukan aksi bom bunuh diri.

Menurutnya, mereka adalah korban dari pencucian otak yang dilakukan oleh kelompok tertentu, yang mengaku dirinya Islam namu prilakunya melenceng diluar ajaran Islam, karena menurutnya dalam ajaran Islam itu sendiri tidak pernah mengajarkan dan membenarkan praktek yang demikian.

"Tuhan itu nyiptain kita di dunia ini supaya hidup enak, bukan untuk cari mati. inikan aneh, malah mereka membunuh orang lain, mengatasnamakan Tuhan." tandasnya.

Terhadap kelompok- kelompok ini, menurut habib Kribo, kita perlu bertindak dan bersikap tegas. kita harus menolak pemahaman mereka, menjaga persatuan dan saling menolong sesama manusia tanpa membedakan agama, suku dan budaya.

"Kalau kita bersatu, segala pemikiran radikal yang datangnya dari luar dan merusak itu bisa ditangkal," ucapnya.

Baginya, Indonesia adalah bangsa yang besar. Bangsa yang punya nurani dengan tingkat peradaban yang sangat tinggi.
Ia pun menuturkan, ketika Islam dan Kristen masuk Indonesia, sesungguhnya orang-orang Indonesia sudah mengenal pola kehidupan yang penuh kasih sayang dengan kepedulian dan budaya gotong royong yang kuat. Ketika ada yang meninggal selalu dibantu tanpa menanyakan apa agamanya. Belum tentu bangsa lain memiliki budaya yang demikian, kata habib kribo.

"Jujur saja sebelum ada agama Kristen dan Islam, bangsa ini sudah memiliki peradaban yang maju. Ada Candi Borobudur, ada Candi Prambanan. Ketika Bangsa Arab masih bunuh-bunuhan, bangsa ini sudah punya budaya dan peradaban yang besar pada saat itu."beber habib Kribo.

Oleh karena itu, lanjutnya, kita perlu menjaga bangsa ini dari berbagai rongrongan ideologi dan pemahaman yang intoleran dan radikal yang sesungguhnya bersumber dari luar, karena hal itu akan merusak kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita juga harus bersyukur kepada para pendiri bangsa ini, karena telah menetapkan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Dengan Pancasila sebagai dasar negara, maka semua perbedaan pun bisa disatukan.

Pada momen tersebut, habib kribo juga meminta kepada jajaran kementrian agama Kabupaten Mabar, agar dalam setiap kegiatan ceramah senantiasa menghindari ucapan kafir, untuk melabeli keyakinan orang lain. Karena menurutnya, dalam kitab suci Al-Qur'an kata kafir itu hanya sebuah konsep untuk diri sendiri, bukan untuk melabeli atau menunjuk orang lain.

"Sampaikan hal-hal yang baik, tidak usah labeli sesama sesatlah, kafirlah, karena kita tidak memiliki kapasitas menilai iman seseorang, hanya Tuhan yang berhak untuk menilai," imbuhnya.

Saat sesi tanya jawab, terdapat tiga peserta yang mengajukan pertanyaan. Pertama pak Made, ia mengangkat persoalan terkait pernyataan salah seorang anggota DPR RI, Fadlizon, yang pernah meminta pemerintah membubarkan Densus 88. Juga meminta tanggapan habib kribo terkait pilpres mendatang; Siapa calon presiden yang harus didukung.

Hal ini pun langsung ditanggapi Habib Kribo, baginya negeri ini pasti sudah hancur kalau tidak ada Densus 88, karena Indonesia merupakan pasar potensial bagi kerakan kelompok radikal. Banyak gerakan radikal ingin masuk ke Indonesia, misalnya saja ISIS dan Al-Qaeda.

Lebih jauh ia mengatakan, bahwa terdapat banyak pihak yang tidak ingin Indonesia menjadi negara maju, salah satu cara yang dilakukan mereka adalah dengan mengadu domba bangsa ini melalui isu agama. Ia pun mencontohkan dengan apa yang saat ini sedang terjadi dengan Bangsa Arab, dimana mereka terjebak dalam perang saudara, karena keberadaan kelompok radikal seperti ISIS, padahal organisasi ini, sesungguhnya adalah bentukan Amerika untuk menghancurkan Bangsa Arab.

Terkait siapa yang harus didukung dalam pilpres mendatang, menurut habib kribo, prinsipnya tidak ada manusia yang sempurna, dukunglah calon yang tidak bermain-main denga isu agama, cara untuk mengetahuinya, dengan memeriksa track record masing-masing kandidat, juga melihat siapa yang berada di belakang calon tersebut, kalau kandidat tersebut didukung kelompok radikal, kita tidak boleh mendukung calon tersebut.

Penanya kedua, ibu Emiliana, meminta agar kegiatan sosialisasi tentang bahaya intoleransi, radikalisme dan terorisme perlu dilakukan pada sekolah-sekolah.

Terkait hal ini, habib kribo mengusulkan suatu langkah alternatif, yakni dengan memanfaatkan media sosial dan WhatsApp Group, bila perlu menurutnya, harus disediakan orang khusus untuk masuk ke setiap media sosial guna melakukan pencerahan.

Turut menanggapi permintaan ibu Emiliana, Kasatgaswil NTT Densus 88 NTT, menyatakan menyambut baik gagasan tersebut, dan akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan instasi-intansi dalam rangka pembinaan kepada siswa pelajar maupun segenap masyarakat di Kabupaten Mabar.

Penanya ketiga, Pak Dinosius, mengakat persoalan terkait perijinan pendirian rumah ibadat yang terkesan sangat memberatkan umat beragama yang ingin mendirikan tempat ibadah.

Atas hal ini, hahib kribo, menjelaskan bahwa dirinya pun sudah berkali-kali berdemonstrasi ke Mahkamah Konstitusi (MK) menuntut agar SKB 2 Mentri tentang rumah ibadat harus dicabut, karena telah membatasi kebebasan orang untuk beribadah.

Baca Juga :Densus 88 Gelar Dialog Kebangsaan di Labuan Bajo, Habib Bob Kribo Jadi Pembicara">Densus 88 Gelar Dialog Kebangsaan di Labuan Bajo, Habib Bob Kribo Jadi Pembicara

"SKB ini harus dicabut; Kenapa sih orang mau menghadap Tuhan saja harus dipersulit", pungkasnya.

Alasan yang diberikan pemerintah saat itu, menurutnya, adalah persoalan keamanan, kalau aturan ini dicabut maka akan menimbulkan konflik dan keributan. Padahal, menurut habib kribo, membangun rumah ibadat itu adalah hak warga negara.

Karena itu adalah hak, maka harus diberikan, tidak boleh ditahan ataupun dihalang-halangi, sedangkan persoalan keamanan itu persoalan lain dan merupakan urusan pihak Kepolisian.

"kalau memang ada yang membuat keributan, ya harus ditangkap dong," tutup Habib Kribo.

Editor
: Hendra Mulya
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru