Kasus Penganiayaan Wartawan di Labuhanbatu Direkonstruksi 11 Adegan
bulat.co.id - Kasus penganiyaan terhadap Abi Pasaribu, wartawan di Labuhanbatu direkonstruksi dalam 11 adegan.
Baca Juga:
Rekonstruksi itu dilakukan di Kantor Bersama Pejuang Bravo 5, Pers Police dan Forwin Jalan Jenderal Ahmad Yani, Perum Ganda Asri II No 16 Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Sabtu (20/8/2022).
Sebelum digelar rekontruksi, di TKP telah dipasang garis polisi (Police Line). Dalam rekonstruksi itu, Penyidik Satuan Reskrim Polres Labuhanbatu melakukan 11 adegan.
Para pelaku diperankan personel Satreskrim Polres Labuhanbatu. Adegan pertama dimulai dari pintu gerbang Perumahan, kedatangan 6 orang pelaku berboncengan mengenderai sepeda motor 3 unit secara bergantian.
Selanjutnya, Security perumahan menghampiri dan menahan 3 unit sepeda motor yang ditumpangi 6 orang pelaku tersebut. Salah seorang dari pelaku memaksa Security mengobrol.
Diduga, modus salah seorang dari pelaku mengajak ngobrol untuk mengalihkan perhatian Security agar bisa masuk ke Perumahan.
Dari rekontruksi digelar itu, diduga para pelaku telah membawa dan menyiapkan alat berupa gagang cangkul, kayu balok untuk digunakan diduga memukul korban.
Sebab, tiba di TKP, pelaku langsung mengeluarkan alat tersebut dan menganiaya korban. Rekonstruksi itu digelar juga untuk menemukan bukti selanjutnya ditingkatkan ke tahap penyidikan.
Selama dilakukan rekonstruksi, puluhan personel Polres Labuhanbatu mengawal di lapangan. Gelar rekonstruksi kasus penganiayaan wartawan itu dipimpin Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Rusdi Marzuki didampingi Kanit Resum Ipda Sarwesi Manurung beserta personel.
(red)
BEM UI Bawa Lima Aspirasi dalam Demonstrasi, Kritik Sejumlah Kebijakan Pemerintah
Usir dan Boikot 5 Tahun Pemakai Narkoba di Lingkungan V Hutaimbaru Padangsidimpuan
Bupati Tapsel Ajak Warga Angkola Barat Manfaatkan KUR Nol Persen Pada Tahun Pertama
Langsa Pertahankan Predikat Informatif, Pemko Perkuat Persiapan Penilaian Keterbukaan Informasi 2026
Candaan Netizen MBG "Mas Bahlil Ganteng" Tidak Seharusnya Dibatasi Jika Programnya Berhasil