Kasus Kapolsek Diduga Aniaya Seorang Wanita di Labuhanbatu Belum Ditindaklanjuti
Istimewa
Sri Rahayu (40) alami memar diwajahnya diduga dianiaya AKP HMS.
bulat.co.id - Kasus penganiayaan terhadap seorang wanita bernama Sri Rahayu (40) yang diduga dilakukan oknum Kapolsek berinisial AKP HMS di Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) belum mendapat tindaklanjut dari pihak berwajib.
Menurut adik korban, Wawan, AKP HMS berjanji akan bertanggungjawab atas insiden tersebut. Namun, setelah tiga bulan kejadian AKP HMS tidak kunjung bertanggungjawab.
Baca Juga:Ternyata Hal Ini Menjadi Pemicu Bentrokan Antara Dua Kelompok Remaja di Binjai
"Dia menawarkan untuk membiayai kakak saya berobat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Namun, tiga bulan kami menunggu, dia tidak menunjukkan niat baiknya. Saya merasa dibohongi sama beliau," ungkap Wawan kepada wartawan, Minggu (8/1/2023).
Merasa dibohongi, keluarga korban sepakat melaporkan AKP HMS ke Yanduan Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) Mabes Polri. Pada Senin (7/11/2022), pihak korban telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Penanganan Dumas (SP3D) Nomor : B/2486–b/WAS.2.4/2022/Divpropam Polri.
Kemudian, pihak korban kembali menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan Propam (SP2HP2), No: B/656/XI/WAS.2.4/2022/Divpropam dimana disebutkan nota Dinas Kepala Bagian Pelayanan Pengaduan Divpropam Polri Nomor: R/ND–2414–b/WAS.2022/Bagyanduan perihal pelimpahan Dumas Sdr. Irwan Hadi ke Bidpropam Polda Sumut.
"Laporan saya kini telah dilimpahkan dari Divpropam Polri ke Bidpropam Polda Sumut. Katanya, guna percepatan proses penanganan perkara. Tentunya, saya berharap semoga kasus ini cepat ditangani Bidpropam Polda Sumut," ungkap Wawan.
Wawan menambahkan sejak pengaduan perkara dilimpahkan ke Bidpropam Polda Sumut, pihak Bidpropam Polda Sumut tidak pernah memberitahukan hasil perkembangan penanganan perkara.
"Tidak pernah saya diberitahu terkait perkembangan perkara. Saya lah yang selalu menghubungi personil Bidpropam Polda Sumut lewat telepon," ucap Wawan.
Ia berharap kasus ini segera ditindaklanjuti dalam waktu dekat. "Saya yakin perkaranya akan berproses dengan baik walaupun sejak mula kejadian Agustus 2022 telah berganti tahun 2023. Waktu yang lama tidak masalah bagi saya. Semoga kasus ini tidak berkepanjangan," jelasnya.
Sebelumnya, diketahui AKP HMS diduga melakukan penganiayaan terhadap Sri Rahayu di sebuah warung kopi Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu. Penganiayaan dilakukan AKP HMS setelah Sri menyiram HMS dengan abu rokok ke wajahnya.
Kemudian, AKP HMS dilaporkan diduga melakukan penganiayaan dengan melayangkan kursi ke wajah korban hingga mengalami luka.
Hingga berita ini diturunkan, AKP HMS masih belum dapat dikonfirmasi melalui telepon seluler dan belum membalas pesan WhatsApp terkait kasus tersebut.
Editor
:
Tags
Berita Terkait
Kejari Labuhanbatu Beberkan Progres Pengungkapan Dugaan Korupsi Dana Hibah Pramuka
Serius Berantas Narkotika, Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Kembali Tangkap Pelaku Pengedar Pil Ekstasi
Melalui Buka Puasa Bersama Penghujung Ramadhan, Forwaka dan SMSI Labuhanbatu Raya Kirim Sinyal Kuat Persatuan Pers
Viral di Media Sosial, Lapas Kelas II A Rantauprapat Diduga Kutip Tarif Hunian Kepada WBP
Tahun 1947 Labuhanbatu Pernah Cetak Uang Sendiri, Bupati Harus Tahu
Polantas Menyapa jadi Program Berkesinambungan Satlantas Labuhanbatu dalam Memberikan Pelayanan Prima
Komentar